Jumat, 19 April 2019
Berita Jambi Paling Update


4 Guru Asal Jombang Terseret Ombak, 2 Tewas, 1 Hilang dan 1 Selamat

Senin, 11 Februari 2019 - 07:50:21 WIB | Dibaca: 223 pembaca
DIEVAKUASI: Tim SAR Rimba Laut bersama warga dan polisi saat melakukan evakuasi korban setelah berhasil ditolong dan dilarikan ke Kamar Mayat Puskesmas Sabrang, Ambulu (Jumai/Radar Jember)

JAMBIUPDATE.CO, — Pantai Payangan, Dusun Payangan, Desa Sumberejo, Ambulu kembali memakan korban jiwa. Kali ini, empat orang guru asal Kabupaten Jombang terseret ombak besar saat mandi di pantai yang terkenal Teluk Love-nya ini. Tepatnya di dekat Bukit Seruni pada pukul 14.30 WIB kemarin (10/2).

Satu orang guru berhasil ditemukan selamat, dua ditemukan namun sudah tidak bernyawa. Sementara satu lainnya masih hilang hingga kemarin malam.

Keempat guru yang terseret ombak masing masing, Yanik Susanti, 36, warga Perum Dinaya, Desa Dinaya, Kecamatan Jombang. Sementara yang ditemukan tetapi meninggal yakni Yuda Mahardika, 30, warga Perum Purwoasri, Desa Pulo, Kecamatan Jombang dan Zakiya Nurwiningsih, 34 warga Desa Mojo, Kecamatan Tembelong.Sementara itu yang masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang yakni Hasan, 25, warga Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Menurut Trimo, 45 pemilik warung di sekitar lokasi kejadian mengatakan, rombongan ini datang sekitar pukul 13.00 WIB. Dia mengatakan rombongan para guru ini sempat mampir di warungnya. Bahkan, salah satu korban sempat memesan kopi dan mie di warungnya.

“Tetapi tidak lama kemudian ada ramai-ramai kalau korban yang rombongan guru dari Jombang itu terseret ombak,” ujarnya.

Keempat korban ini diduga terseret ombak besar yang datang tiba tiba. “Empat korban yang sedang mandi di pinggir Bukit Seruni yang terseret ombak,” terangnya. Beberapa orang guru memang sempat terlihat bermain di pinggir pantai siang itu.

Awalnya, ombaknya tidak terlalu besar. Namun, saat mereka mandi, ombak tiba tiba besar dan menyeret korban. Beberapa korban yang tidak siap ini kemudian langsung terseret ke tengah laut.

Sejumlah rekan guru lainnya yang ada di pinggir pantai ini pun langsung berteriak meminta tolong tim SAR yang ada di pinggir pantai. Kejadian itu terlihat oleh Eko dan Samsuri, warga sekitar sekaligus menjadi Tim SAR Rimba Laut. Tim SAR Rimba Laut yang terdiri dari nalayan setempat bersama warga langsung melompat untuk menyelamatkan korban. Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan Yanik.

Kemudian, Tim SAR mencoba melakukan pencarian lagi di sekitar lokasi. Selang waktu satu jam mereka menemukan dua orang lainnya. Namun, nasibnya tidak sebaik Yanik karena saat ditemukan, Yuda dan Zakiya sudah meninggal dunia. “Satu orang lain masih hilang belum ketemu. Masih dilakukan pencarian,” ujar Trimo.

Tim gabungan Basarnas, Tim SAR Rimba Laut dibantu nelayan setempat dan aparat masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian terhadap Hasan Hingga kemarin malam (10/2).

Berdasarkan informasi Jawa Pos Radar Jember, awalnya para korban bersama rombongan guru dari SMA/SMK dan MA berangkat dari Jombang Sabtu (9/2).

Mereka berangkat malam hari setelah maghrib. Mereka sampai di Jember sempat menginap di rumah salah satu temannya. Baru pagi harinya mereka menuju tempat reskreasi.

Sebelum ke Pantai Payangan, rombongan sempat mampir ke Pusat Penelitian Kopi Kakao Indonesia (Puslit Koka Indonesia) di Kecamatan Rambipuji.

Setelah dari Puslit Koka Indonesia, rombongan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) yang ada di Kecamatan Wuluhan. Usai dari Papuma, rombongan yang mengendarai Bis Pariwisata W 7122 BL baru menuju ke Pantai Payangan yang ada di Kecamatan Ambulu.

Menurutu Yanik Susanti , korban selamat mengakui dirinya beberapa sejumlah teman mandi di laut. Tiba-tiba, mereka sudah terseret ke tengah laut. “Saya baru sadar terseret ombak, setelah ditolong warga dan sudah di pinggir pantai”, ujar korban ditemui di ruang perawatan Puskesmas Sabrang, Ambulu.

Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Priyanto, menuturkan pihaknya sudah berkoordinadi dengan pihak SAR lokal (Rimba Laut) dan Basarnas Jember. Dimana kini tim masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih belum ditemukan.

“Kita masih berupaya untuk melakukan pencarian terhadap satu orang guru yang masih belum ditemukan hingga saat ini,” terangnya. Jika memang hingga tadi malam belum ditemukan, pencarian akan kembali dilakukan hari ini.

Editor : Yusuf Asyari

Sumber: JawaPos.com

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /