Selasa, 12 Desember 2017
Berita Jambi Paling Update


Dahlan Iskan Isi Seminar Nasional di Unja, Ini Pesannya ke Mahasiswa

Kamis, 07 Desember 2017 - 23:16:05 WIB | Dibaca: 219 pembaca
Dahlan Iskan saat mengisi Seminar Nasional di Universitas Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Usia terhebat ketika masih muda. Puncak kejayaan kehidupan manusia dalam rentang usia antara 28-32 tahun. Pada usia ini, tidak bisa dilawan oleh umur di bawahnya maupun usia di atas itu.

Oleh karena itu, pemuda harus punya gagasan dan ide yang akan dikembangkan saat berusia 28 tahun mendatang dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

Hal inilah yang disampaikan oleh mantan Menteri BUMN Prof. Dr (H.C) Dahlan Iskan saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional yang bertemakan Pemuda, Gagasan dan Karya di hadapan ratusan peserta di Aula Rektorat Universitas Jambi (Unja), Kamis (7/12).

Kata Dahlan, ketika usia 28 tahun, saat itu yang saat ini masih mahasiswa tentunya sudah lulus dan sudah punya logika, sistematika, dan metodologi, sehingga saat itu sudah siap melakukan apapun.

Ditambah lagi dengan keintelektualan bertemu dengan kekuatan fisik yang bisa menggerakkan apapun, apalagi ditambah dengan kecepatan teknologi seperti saat ini.
‘‘Bagi generasi muda yang punya ide, usahakan semua gagasan yang dimiliki oleh pemuda bisa dilaksanakan sendiri, jangan bergantung dengan pihak lain maupun pemerintah. Karena bisa jadi kebijakannya berubah-ubah,’‘ sebut Dahlan Iskan.

Mantan Dirut PLN ini menghimbau mahasiswa Unja yang mengikuti Seminar Nasional apabila memiliki ide yang bisa dikembangkan dalam bentuk karya, untuk tidak bergantung pada pihak lain jika ingin merealisasikan ide.

Namun demikian, jika memang ingin mengajak pihak lain dalam merealisasikan ide tersebut, usahakan mengajak pihak yang bisa dikendalikan.

‘’Apabila mengajak pemerintah tentunya yang punya ide tidak bisa mengendalikan pemerintahan. Ini sulit kalau kendali bukan pada diri kita, sementara kita punya ide,’’ ujarnya.

Pemuda, sebutnya, juga harus optimis, karena orang optimislah yang akan berhasil. Terlalu banyak mengeluh pasti tidak akan bisa berhasil. Dahlam mengakui, memang pada usia 25 - 28 tahun dirinya belum bisa berbuat apa-apa. Pernah mencalonkan diri sebagai aktivis BEM mahasiswa namun ternyata kalah. Maka sejak saat itu Dahlan mengaku tidak mau lagi banyak terlibat.

‘‘Waktu saya ikut aktivis kebanyakan diskusi dan sedikit bekerja. Setelah saya berhenti, saya bekerja sungguh-sungguh ingin menjadi yang nomor satu di media,’‘ jelasnya. (kar)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /