Selasa, 12 Desember 2017
Berita Jambi Paling Update


DUH! Harga Sawit di Jambi Kian Turun, Nih Penyebabnya

Sabtu, 02 Desember 2017 - 10:11:57 WIB | Dibaca: 1088 pembaca
Petani sawit.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Harga Tandan Buah Segar (TBS) minggu-minggu terakhir tahun 2017 menunjukan penurunan. Seperti yang tercatat dalam rapat penetapan harga tbs kemarin. Dimana harga TBS usia 10- 20 tahun menurun sebesar Rp 51,20.

Putri Rainun, menjelaskan, penyebab harga TBS turun saat ini yaitu adanya teknik-teknik dari negara lain seperti menaikan pajak penjualan, stok minyak yang ada di Malaysia banyak, dengan adanya hal tersebut membuat persaingan harga.

"Pengaruhnya sama seperti pekan lalu yaitu trending CPO yang fluktuasi di pasaran dunia," kata Kabid Pengolahan Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Provinsi Jambi, Putri Rainun.

"Ini kembali lagi sangat berpengaruh dipasar dalam negeri yang membuat permintaan TBS kita menurun dan tidak menentu,"lanjutnya.

 Dari hasil rapat tim perumus menetapkan harga dan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, CPO, dan inti sawit untuk periode 1 hingga 7 Desember 2017. Yaitu ditetapkan harga TBS usia tanam tiga  tahun  Rp 1,450.82 usia tanam empat tahun Rp  1,558.91 usia tanam  lima tahun Rp  1,629.87.

 Untuk usia tanam enam tahun Rp 1,697.38, usia tanam tujuh tahun Rp 1,740.09, usia tanam delapan tahun Rp 1,777.97, usia  tanam sembilan tahun Rp 1,812.42.

 Sesangkan usia tanam 10 hingga 20 tahun Rp 1,870.96 usia tanam 21 hingga 24 tahun Rp 1,816.53, dan usia tanam 25 than Rp 1,736.60. Sementara itu, harga CPO saat ini Rp 7,687.49 dan Kernel atau inti sawit sebesar Rp 7,675.49 dengan indeks K 89.64 persen.

Ia menambahkan, saat ini pasar CPO Malaysia ternyata juga mengalami tekanan karena dampak melemahnya harga minyak mentah dunia. Hal ini berkaitan dengan pengurangan penggunaan biodiesel oleh pengguna bahan bakar.

"Ini bukan karena produksinya harusnya kalau kita melihat hukum pasar, jumlah yang ditawarkan sedikit, harga harusnya meningkat, Jadi ini kayaknya daya yang dipengaruhi oleh beberapa pasar dunia,"jelasnya.

Kondisi TBS sekarang dikatakan Putri produksinya masih 80 persen, otomatis bahan baku yang kurang ini mengakibatkan penurunan harga,"saat ini produksi belum sampai 100 persen dan berharap pekan depan harga kembali," ujarnya. (yni)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /