Selasa, 23 Oktober 2018
Berita Jambi Paling Update


Empat Kali Naik Harga, Konsumen Pertamax Migrasi ke Pertalite

Kamis, 11 Oktober 2018 - 08:14:31 WIB | Dibaca: 745 pembaca
Kenaikan harga Pertamax mulai kemarin siang bisa memicu migrasi ke Pertalite dengan harga di bawahnya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

JAMBIUPDATE.CO, SOLO - Kenaikan Pertamax Series untuk kali keempat sepanjang tahun ini memicu pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis ini ke alternatif lain. Salah satu sasarannya migrasi ke Pertalite.

Salah seorang konsumen Pertamax, Sari Parwanti, 43, merasa keberatan dengan kenaikan ini. Karena sudah terjadi tiga kali dalam setahun terakhir. Kondisi ini tentu membuat masyarakat semakin galau. Sebab tidak semua pengguna Pertamax bsrasal dari kalangan menengah ke atas.

“Selalu pakai Pertamax sejak pertama beli sepeda motor sekitar setahun lalu. Tapi setelah harga naik, mungkin pindah ke Pertalite,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (10/10).

Selain merasa berat dengan biaya operasional, ada kekhawatiran bila beralih menggunakan Pertalite akan memicu kerusakan pada mesin kendaraan. Sebab kandungan oktan Pertalite di bawah Pertamax.

Menanggapi kekhawatiran para pengguna pertamax ini, Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi, Hariyanto mengatakan, selama ini kendaraan tidak masalah jika harus berganti dari bahan bakar Pertamax ke Pertalite.

Hanya saja dengan Pertamax, pengguna kendaraan akan lebih diuntungkan. Sebab, pertamax memiliki kandungan oktan lebih tinggi. Membuat bahan bakar menjadi lebih irit.

“Kira-kira selisihnya 1,5-2 kilometer. Perbandingan ini dengan ukuran menggunakan mobil di atas 2.000 cc,” ujarnya.

External Communication Manager PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita membeberkan, BBM di SPBU khususnya Pertamax Series, Dex Series, serta Biosolar Non-PSO mulai Rabu (10/10) terjadi penyesuaian harga. Berlaku di seluruh Indonesia. Kecuali daerah khusus yang terjadi bencana alam.

“Penyesuaian harga dilakukan mulai pukul 11.00 WIB,” bebernya.

Penyesuaian harga BBM tersebut merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Pasalnya saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus angka 80 dolar per barel. (vit/bun)

 

Sumber: JawaPos.com

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /