Senin, 28 Mei 2018
Berita Jambi Paling Update


Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jambi Kutuk Aksi Teroris di Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 - 15:10:11 WIB | Dibaca: 172 pembaca

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Serangkain aksi terorisme akhir -akhir ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Salah satunya dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi yang secara tegas mengutuk tindak tersebut.

Pernyataan ini disampaikan FKUB dalam keterangan pers nya yang digelar siang ini, Senin (14/5). Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh sejumlah perwakilan dari berbagai agama, yakni H. M. Aminullah (Islam), Pdt. Hutagaol (Kristen), Gregorius Langgeng (Katolik), Dewa Ketut Hastina (Hindu), Bhadra Putra (Budha), dan Bemy (Konghuchu).

FKUB Jambi mencatat ada empat rangkaian aksi terroris sepanjang tahun 2018 yang menonjol. Hal ini dimulai sejak aksi tahanan teroris di Mako Brimob hingga aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur (Jatim)

Ketua FKUB Provinsi Jambi, Arman Safaat mengajak masyarakat Provinsi Jambi sadar dan memahami bahwa radikalisme dan terorisme saat ini memprihatinkan. Tindakan ini dinilainya menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai bersama.

"Kebangkitan sel tidur kelompok jaringan terorisme penting untuk dicermati. Kasus Mako Brimob dan aksi teroris di Surabaya merupakan tragedi kemanusiaan dan berpotensi mengganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang sudah terjalin dengan baik selama ini," ujarnya.

Adapun pernyataan sikap itu yakni, pertama mengutuk keras aksi terror yang biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Kedua menyatakan turut berbelasungkawa para korban dan keluarganya serta meminta pemerintah memastikan remedy atau pemulihan yang memadai bagi korban atau keluarganya sehingga memperoleh keadilan dan layanan negara. 

Tiga mendukung aparat keamanan mengungkap pelaku dan membongkar motif di balik aksi Bom bunuh diri tersebut. Keempat meminta masyarakat agar selektif dalam mengakses informasi yang beredar dan tidak menyebarkan foto atau video korban serta pemberitaan HOAX  terkait peristiwa tersebut.

Kelima mengajak masyarakat Provinsi Jambi untuk membentengi diri dari aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dan menjaga kerukunan hubungan antar umat beragama.

Keenam mengibarkan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak bermain-main dengan isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme dengan memberi ruang inkubasi yang kondusif bagi mereka untuk melakukan aksi kekerasan di Indonesia. (aiz)


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /