Rabu, 26 April 2017
Berita Jambi Paling Update


Katanya Jadi Branding Wisata Provinsi Jambi, Kok Objek Wisatanya Seperti Tak Terurus?

Selasa, 17 Januari 2017 - 09:21:06 WIB | Dibaca: 3239 pembaca
Kolam renang di Danau Kerinci tak dikelola lagi. Buktinya, tak ada lagi air di kolam tersebut dan sudah banyak sampah di dalamnya

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI-WisataKerinci tahun  2016 lalu ditetapkan sebagai branding wisata Provinsi Jambi. Namun, sangat disayangkan,  sejumlah  objek wisata alam di Kerinci justru terbengkalai.

Ini terlihat saat disambangi oleh wartawan jambiupdate di beberapa objek wisata yang biasanya selalu ramai setiap lebaran Minggu kemarin (15/1). Objek-objek wisata itu yakni Aroma Peco Kayu Aro yang berada persis di tengah perkebunan teh, Air Panas Semurup, dan Danau Kerinci.  Tiga objek wisata andalan ini sepertinya luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci.

BACA JUGA : Soal Objek Wisata di Kerinci, Ini Kata UPTD Pariwisata Danau Kerinci

Seperti di Aroma Peco. Meskipun hari libur (Minggu, red), namun tidak terlihat ramainya pengunjung di objek wisata tersebut. Hanya terlihat belasan orang,  itupun hanya untuk memancing di dalam kolam yang ada di tengah-tengah kawasan Aroma Peco.

Saung atau dermaga di tengah danau di Aroma Pecco Kebun Teh Kayu Aro sudah ambruk

Saung yang berada di persis di tengah danau, yang beberapa tahun silam digunakan sebagai tempat menggelar acara, nyaris ambruk.

Salah satu warga yang memancing di area tersebut kepada Jambi Ekspres mengatakan, dermaga (saung, red) di Aroma Peco tersebut, disebabkan sudah beberapa tahun tidak dilakukan perbaikan.

BACA JUGA : Soal Aset Pariwisata Kerinci, Yuldi Herman: Bagaimana Mau Jadi Daerah Wisata yang Baik?

‘‘Dermaga ini  ambruknya beberapa bulan yang lalu. Karna, papan besi tiangnya sudah tidak bagus lagi,’‘ ujarnya.

Kondisi yang sama juga ditemukan koran ini di objek wisata Air Panas Semurup. Pengunjung juga sepi. Hanya terlihat beberapa orang saja yang sekedar datang untuk mandi air panas sebagai ritual menghilangkan beberapa penyakit.

Bahkan pengunjung yang berasal dari kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Merangin, sedikit kecewa setelah melihat kondisi wisata air Panas Semurup. Pasalnya, di samping tidak begitu terurus, pagar untuk masuk ke dalam yang biasa dijadikan pengunjung untuk merebus telor atau pisang, malah terkunci.

Sepeda bebek yang terdapat di Danau Kerinci sudah dua tahun terbengkalai

‘‘Sedikit kecewa lah, karna kami ingin berfhoto didalam saat merebus telor, namun malah terkunci,’‘ ujar Andi, warga Kabupaten Merangin.

Mereka juga mengeluhkan dengan karcis masuk yang diberikan petugas. Pasalnya, mereka yang berjumlahkan 7 orang tersebut harus membayar Rp 5000 perorang. Padahal, dikarcis masuknya hanya tertulis Rp 4000 perorang.

Sementara di objek wisata Danau Kerinci, terlihat sepeda bebek wisata yang biasa digunakan pengunjung, malah tidak dimanfaatkan, dan kondisinya sudah rusak parah. Saat ini seperti barang rongsokan di samping kolam renang. Sedangkan untuk kolam renang kini sudah semakin parah, tanpa air dan kini sudah berisi sampah, ditumbuhi rerumputan dan lumut.

Hal tersebut, menjadi sorotan dari pengunjung yang datang ke objek wisata ke Danau Kerinci. Iswandi salah seorang warga yang berkunjung ke Danau Kerinci menyayangkan aset dari objek wisata Danau Kerinci yang tidak terurus. ‘‘Seharusnya, bebek dan kolam itu bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Kerinci, tapi ini dibiarkan saja tidak digunakan, apalagi Kerinci adalah Branding Wisata Provinsi Jambi,’‘  ujarnya.

Dia meminta pemerintah daerah untuk dapat memanfaatkan semua aset dan membangun objek wisata dalam Kabupaten Kerinci.  ‘‘Ini perlu menjadi sorotan masa kita sudah menjadi branding wisata kondisi objek wisata kita tidak terurus,’‘ katanya. (adi)

 

 


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /