Kamis, 29 Juni 2017
Berita Jambi Paling Update


Masalah Kelulusan Ujian Nasional, SAH Minta Pemerintah Tak Mencari Pembenaran

Jumat, 19 Mei 2017 - 13:01:09 WIB | Dibaca: 260 pembaca
Anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) memberi sorotan akan tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMU dan SMK tahun 2017 ini yang mengalami penurunan.

Karena menurutnya angka 12 persen siswa yang tak lulus ujian nasional memperlihatkan kondisi mutu pendidikan kita selama ini.

"Meski UN tidak menjadi indikator kelulusan sekolah tetap saja penurunan angka lulus UN ini cukup merisaukan karena mengambarkan mutu pendidikan nasional kita.

Menghadapi kondisi ini SAH menyatakan ketidak setujuannya jika rendahnya kelulusan UN menjadi pembenaran bahwa indeks integritas kejujuran sekolah makin baik.

Yang jelas jika makin banyak yang tak lulus UN menunjukan ada masalah dengan kualitas siswa kita, tegas SAH beberapa waktu (16/5) di Jambi.

Karena menurutnya antara kelulusan UN dan indeks kejujuran sekolah merupakan sesuatu yang berbeda meski harus berjalan seiring.

"Idealnya angka kelulusan yang tinggi seiring dengan integritas kejujuran yang tinggi pula, jangan di salah artikan jika lulusnya banyak, bearti indeks kejujuran rendah, ataupun sebaliknya yang tidak lulus UN tinggi, kejujurannya rendah.

Fenomena ini menurut suami dari Ir. Hj. Effi Herawati, MM merupakan cara berfikir salah yang tertanam dalam benak pemerintah.

Sehingga kita susah melakukan pemetaan terhadap kualitas pendidikan anak bangsa, karena masalah UN ini selalu di politisir.

Dalam hal ini SAH menenggarai tingginya angka ketidak lulusan ini karena perhatian dan permainan sekolah lebih fokus pada pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang menjadi indikator kelulusan.

"Kita bisa lihat nanti di USBN pasti kelulusan meningkat bahkan banyak yang 100 persen.

Namun sayang kelulusan tersebut lahir dari berbagai praktek kecurangan baik bocornya soal, jual beli jawaban, mencontek dan lain sebagainya.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah tegas pada aspek pengawasan USBN nantinya, jangan gara - gara ini menjadi syarat kelulusan kita menghalakan segala cara, tandasnya. (*/wan)

 

Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /