Senin, 28 Mei 2018
Berita Jambi Paling Update


Perempuan Bangsa Ajak Semua Pihak Kompak Melawan Terorisme dan Intoleransi

Mengejutkan, Perempuan Bawa Anak Jadi Pelaku Pengeboman

Minggu, 13 Mei 2018 - 22:00:37 WIB | Dibaca: 1465 pembaca
Ketua Umum Perempuan PKB Siti Masrifah. Foto : Dok JPNN

JAMBIUPDATE.CO, SURABAYA - Perempuan Bangsa ikut bersedih atas insiden teror bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya. Terlebih, ada perempuan yang terlibat dalam teror bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang itu.

Sekretaris Jenderal Perempuan Bangsa Luluk Nur Hamidah menyatakan, aksi teror terhadap gereja di Surabaya merupakan tindakan biadab. “Kami juga terkejut dan sangat prihatin bahwa pelaku tindakan teror ini juga melibatkan seorang perempuan dengan membawa anak kecil sebagai pelaku aktif teror,” ujarnya melalui siaran pers ke media, Minggu (13/5).

Perempuan Bangsa pun mengutuk teror itu. Organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada para korban yang tak berdosa beserta keluarga mereka.

“Semoga semua diberikan ketabahan dan korban luka-luka mendapatkan bantuan penyembuhan hingga dampingan pasca-trauma,” sebutnya.

Luluk menegaskan, terorisme tidak pernah bisa dibenarkan dan ditoleransi dengan alasan dan kondisi apapun. Karena itu, Perempuan Bangsa mendukung aparat keamanan untuk bekerja secara profesional dalam memburu para pelaku teror sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, Perempuan Bangsa juga mengingatkan semua pihak agar mewaspadai terorisme lantaran pelakunya juga berada di tengah-tengah masyarakat. Hal yang tak kalah penting adalah mencegah anggota keluarga terjerat terorisme.

“Waspadai dan cegah sedini mungkin anggota keluarga kita dari paparan radikalisme dan ajaran-ajaran yang menyuburkan teror,” harap Luluk.

Selain itu, Perempuan Bangsa juga mengajak semua pihak bersatu melawan segala bentuk sikap dan tindakan yang dapat menyuburkan terorisme. Menurut Luluk, setiap tindakan intoleransi harus dilawan.

“Jangan beri ruang pada kebencian karena perbedaan. Ajarkan toleransi, cinta dan kearifan hidup dalam keberagama,” pungkasnya.(ara/jpnn)

 

Sumber: www.jpnn.com

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /