Kamis, 19 Oktober 2017
Berita Jambi Paling Update


NEWS in DEPTH: Pilkada Kerinci, Kemesraan PDIP dan Incumbent

Rabu, 04 Oktober 2017 - 07:38:32 WIB | Dibaca: 908 pembaca
Adi Rozal

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Meskipun masa pendaftaran bagi Calon Bupati Kerinci dan Calon Wakil Bupati Kerinci, dari partai politik ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlangsung lama. Namun sejauh ini, sejumlah nama kian mencuat berduet di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci 2018 mendatang.

Apalagi partai-partai  yang memiliki jumlah kursi besar di DPRD Kerinci saat ini, semuanya mengajukan kader internal menjadi wakil sebagai mahar untuk siapa yang mendapatkan perahu partai. Seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kerinci, dimana mencuat kabar akan ‘’menyerahkan’’  partainya ke Incumbent Adirozal, artinya sebagai mahar mereka akan menjodohkan Adirozal - Edison yang merupakan Ketua DPC PDIP Kerinci, di Pilkada Kerinci mendatang.

Ketua DPC PDIP Kerinci, Edison, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa sejauh ini PDIP belum menentukan ke mana arah dukungan di Pilkada Kerinci. Pasalnya, untuk menentukan itu, PDIP akan melakukan survei terelebih dahulu. ‘‘Pilkada Kerinci, PDIP akan melakukan survei terlebih dahulu, kita ingin yang terbaik untuk Kerinci ke depan,’‘ kata Edison diplomatis.

BACA JUGA: BREAKING NEWS! Ini Dukungan Demokrat di Pilkada Kerinci

Dijelaskannya, survei akan dilaksanakan selama 20 hari, yang dilaksanakan oleh lembaga survei View Data Nasional, yang dilaksanakan mulai tanggal 10 Oktober mendatang. Dan sampai saat ini, PDIP masih bersifat dinamis dalam penentuan calon bupati dan calon wakil bupati yang bakal diusung. ‘‘Survei sekitar 20 hari, PDIP bekerja sama dengan lembaga survei View Data Nasional, dan akan dimulai tanggal 10 oktober,’‘ bebernya.

Dikatakan Edison, saat ini terdapat 5 nama Calon Bupati Kerinci yang dikirim ke DPP yakni Adirozal, Candra Purnama, Tafyani Kasim, Monadi, dan Maridin Jamil. Dan juga terdapat 2 calon Wakil Bupati Kerinci dari Kader internal yang juga dikirim ke DPP, yakni Edison dan Yen Wen. ‘‘Ke Tujuh nama tersebut, telah dilakukan fit and propertes di DPP,’‘ katanya.

Pilkada Kerinci, sebutnya, masih lama, tentunya saat ini PDIP belum menentukan pilihan karena putusan ada di DPP. Namun meskipun demikian, berhembus kabar hangat dilapangan bahwa dari 5 Cabup yang dikirim ke DPP tersebut, PDIP akan berlabuh mendukung calon pertahana (Adirozal, red). Sinyal kuat Adirozal meraih perahu PDIP juga terlihat dari kedekatan emosional Adirozal, dengan Ketua DPC PDIP Kerinci, Edison yang sering tampil bersama saat menghadiri acara.

Edison pun tak menampik hal tersebut. Dirinya mengatakan, bahwa kemungkinan Pilkada Kerinci akan muncul 3 atau 4 Pasangan calon. Jika muncul 4 Paslon, calon petahana selalu memiliki kekuatan yang patut diperhitungan. ‘‘Mendukung calon petahana, itu bisa-bisa saja terjadi, karna politik ini dinamis. Namun pertahana memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan, karena ia mempunyai banyak mesin yang akan digerakan,’‘ ungkap Edison.

Namun pihaknya tetap menunggu berdasarkan hasil survei, sebagai gambaran untuk menentukan pilihan nantinya siapa yang akan didukung. ‘‘Kita tetap nunggu survei. Disamping itu, karena kita hanya 4 kursi, tentunya butuh partai koalisi. Kini, kita juga tengah melakukan konunikasi dengan parpol lainnya untuk berkoalisi,’‘ tandasnya.

Sementara itu Bupati Kerinci, Adirozal, ketika dikonfirmasi mengenai arah dukungan PDIP terhadap dirinya, dengan mahar kader internal sebagai wakil. Ia mengatakan bahwa, semua itu bisa saja terjadi jika memang sudah ketentuan Partai.

‘‘Saya telah mencoba menanyakan ke beberapa partai politik, nyatanya mereka sedang melakukan survei semuanya. Bahwa ada bergainning minta wakil dari mereka, itu sah-sah saja, sebagai permulaan untuk pembicaraan, tapi semua harus hasil survei, kita ingin menang. Jangan sampai justru wakil tidak memberikan konstribusi yang baik terhadap kemenangan, ini penting,’‘ ujar Adirozal.

Sebab, sambung Adirozal, tidak ada partai politik di Kerinci yang bisa mengusung sendiri. Semua harus berkoalisi antara satu partai dengan partai lain. Ketika berkoalisi, tentunya harus adanya pembicaraan, antara partai-partai berkoalisi. ‘‘Jangan sampai partai ini minta wakil ini, yang ini wakil ini. Jika boleh wakil sampai lima, maka saya ambil kelima-limanya, jadi wakil harus 1. Jadi nanti, biarlah survei nanti yang akan menyatakan siapa yang pas untuk wakil,’‘ katanya.

Begitu juga jika wakilnya dengan Edison, lanjut Adirozal, ia tak mau menentukan keputusan secepat mungkin. Pasalnya, dirinya tetap menunggu hasil survei dari setiap partai nantinya. ‘‘Untuk wakil, kita lihat hasil survei. Biasanya ada simulasi, jika saya berpasangan dengan ini bagaimana, kalau dengan ini bagaimana, popularitas dan elektibikitasnya juga bagaimana, biarkan simulasi itu yang menentukan,’‘ ungkapnya.

Bahkan Adirozal pun tak menampik, melirik wakil dari Kerinci Hilir sebagai penambah kontribusi suara terbanyak. ‘‘Tentu tidak mungkin mencari wakil dari siulak, apalagi dari koto beringin, tentunya secara peta politik tidak menguntungkan. Kita menginginkan untuk wakil itu, ialah repsentasi dari masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat bisa menyampaikan kepada siapapun. Repsentasinya masyarakat itu, bisa saja dari orang partai, bisa jadi tidak dari orang partai. Silakan saja, ini konselasi politik,’‘ ucapnya.

Disebutkan Adirozal, jika dirinya masih dipercaya oleh masyarakat kerinci, dan didukung partai politik untuk maju. Tentunya wakil yang disiapkan untuk selanjutnya, tentunya orang-orang yang memang kafabel, yang mempunyai kemampuan untuk bermasyarakat. ‘‘Dan biarkan itu bergulir,’‘ tegasnya.

(adi)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /