Selasa, 12 Desember 2017
Berita Jambi Paling Update


NEWS in DEPTH: Alot di Last Minute, Fasha-Maulana, Haris-Mashuri, Adi Rozal-Ami Taher, Siapa Penantang?

Rabu, 06 Desember 2017 - 11:34:24 WIB | Dibaca: 1317 pembaca
ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Suhu politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 makin meninggi. Tensi ini meningkat, terutama pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi  yang merupakan barometer politik di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

 Ada pasangan Fasha-Maulana yang sudah didukung delapan partai politik dan pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizy Arsyad (Sani-Izi) yang masih menunggu dukungan tertulis dari koalisi PAN-PDI Perjuangan. Sementara masa pendaftaran ke KPU semakin dekat yakni pada 8-10 Januari 2018. Efektiv waktu hanya tinggal 1 bulan lagi.

Bahkan penggodokan pasangan ini menimbulkan dinamika politik yang tajam. Karena duet Sani-Izi masih premature, mengingat Tim Pilkada DPP PAN sempat mengeluarkan rekomendasi pada pasangan Fasha-Maulana yang diteken Yandri Susanto untuk diteruskan kepada Ketua Umum, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Rekomendasi ini langsung dijawab DPW PAN Jambi yang kompak bersama PDI Perjuangan mengusulkan nama Sani-Izi ke DPP. Meksipun begitu usulan ini masih rentan, karena Fasha-Maulana yang  tampaknya mendapatkan support petinggi PAN gencar malakukan komunikasi politik. 

Namun PAN-PDI Perjuangan juga tidak ingin kecolongan. Beredar kabar paket koalisi ini juga diusulkan untuk Kerinci dan Merangin yang juga menggelar Pilkada serentak.

Sekenarionya, di Merangin partai berlambang matahari biru dan banteng ini mengusulkan duet Nalim-Khafied Moiin. Sedangkan Kerinci yakni duet pasangan Adi Rozal-Ami Teher yang sejak awal sudah mencuat.

Jika melihat komposisinya, koalisi yang dibangun masih terkait dengan dukungan di Pilwako Jambi yang prosesnya alot dan menyita perhatian. Hanya saja untuk Kerinci dn Merangin masih ada ditambah beberapa koalisi partai lainnya.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini saat dihubungi belum mau berkomentar soal nama yang diusulkan ke DPP untuk Kerinci dan Merangin. Karena semua keputusan yang diambil di Pilkada mejadi tanggung jawab penuh pihak DPP.  ‘‘Iya sudah diusulkan ke DPP. Tapi saya belum bisa sebutkan. Karena keputusan berada di DPP,’‘ ujarnya, Selasa (5/12) kemarin.

Khusaini mengatakan, jika ini pihaknya hanya menunggu keputusan dari DPP. Menurutnya, dukungan itu tidak lama lagi akan dikeluarkan DPP. ‘‘Kalau di Kota Jambi yang diusulkan Sani-Alfarizi,’‘ sebutnya.

Terkait kebenaran rekomendasi tim Pilkada DPP PAN, politisi senior era Zulkifli Nurdin ini tidak manampik semua itu. Namun pihaknya memilih menunggu surat dukungan yang diterbitkan DPP yang diteken Zulhas. ‘‘Kalau orang kita benar. Tapi kami menunggu rekomenasi tertulis dari ketua umum, karena yang kita usulkan adalah Sani-Izi,’‘ katanya.

Khusaini yakin karena pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke DPP yang kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada DPW.  ‘‘Sudah kita konfirmasi, DPP menyerahkan sepenuhnya kepada DPW,’‘ sebutnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Edi Purwanto dikonfrimasi juga sudah mengusulkan nama Sani-Izi ke pusat. Kerana DPP beberapa waktu lalu telah memerintahkan untuk segera mencari pendamping.  ‘‘Sudah final, kita sudah usulkan Sani-Izi ke pusat. Sekarang tinggal menunggu dukungan tertulis dalam 2 minggu ini,’‘ katanya.

Terkait rival politik yang mendorong koalisi besar, mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi ini tidak mempermasalahkan semua itu. Karena kedaulatan pemilih untuk ada di tangan rakyat dan bukan pada elit politik.

‘‘Tidak masalah, penentuannya kemenangan itu kembali kepada pemilih. Misalnya suara saya, sama dengan suara yang lain, jadi bukan pada elit politik. One man one vote’‘ katanya.

Untuk itu, kata Edi, tidak ada jaminannya koalisi besar akan memenangkan kontestasi. Menurutnya, banyak pengalaman yang membuktikan kemenangan itu memihak kepada siapapun yang ingin berjuang.

‘‘Sekali lagi tidak ada jaminan. Kita ingat misalnya di Muaro Jambi, cuma ada PAN dan PKB, buktinya bisa menang. Begitu juga dengan pak Jokowi ketika maju di Pilgub DKI Jakarata, koalisinya juga kecil, tapi menang. Jadi kalau melihat sejarah tidak menjamin,’‘ jelasnya.

Edi menyebutkan, dalam kontestasi demokrasi jauh lebih penting itu bagaimana bisa merebut hati rakyat. Sejauh ini pihaknya yakin Abdullah Sani bisa melakukan itu karena merupakan refresentasi ulama, figurnya bersih dan memiliki kemampuan akademis yang baik.  ‘‘Pak Sani itu juga dari bawah asalnya. Tentu ini akan pas perpaduannya dengan Alfarizy yang memiliki darah orang Jambi. Ia juga seorang berpengalaman dan pernah di HIPMI yang mengerti betul arah pembangunan Kota Jambi,’‘ sebutnya.

Bagaimana Koalisi Kerinci dan Merangin? Ketua Percasi Jambi ini mengatakan kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi sejauh ini belum ada pembicaraan khusus dan spesifik. ‘‘Politik itu bisa saja terjadi, sejuah ini belum ada pembicaraan secara khusus. Artinya kita tunggu saja nanti,’‘ucapnya.

Untuk dua daerah ini, Edi mengaku masih menunggu adanya legal formal dari DPP partai. Karena sebuah dukungan itu dibuktikan dengan terbitnya surat dari DPP partai dengan ditandatangi oleh ketua umum.  ‘‘Jadi kita belum bisa berkomentar jauh sebelum adanya surat dari DPP yang ditaken ketua umum,’‘ katanya.

Incumbent di Merangin, juga terendus kabar Haris berpasangan dengan Mashuri di Pilkada Merangin.

Dilain pihak, pasangan Sy Fasha-Maulana terus memperkuat barisan kembali memimpin Kota Jambi. Selain memastikan dukungan partai, pasangan ini juga fokus mempersiapkan deklarasi pasangan calon pada 9 Desember mendatang.

Terhangat sowan politik dilakukan kepada tokoh masyarakat Jambi, salah satunya mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). Bahkan HBA rencannya akan hadir dalam acara deklarasi pasangan yang dihadiri sejumlah petinggi partai.

‘‘Kita mewakili Pak Fasha dan Maulana sangat berterima kasih atas kesediaan Pak HBA yang akan datang ke deklarasi nanti,’‘ kata Rahman, Direktur Utama Tim Pemenangan Fasha Maulana,

Rahman tidak mau berkometar jauh terkait dinamika yang terjadi setelah pendaftaran calon. Namun pihaknya mengaku siap dengan semua kemungkinan untuk merebut hati masyarakat dan menjadikan Kota Jambi lebih maju.  ‘‘Saat ini kita fokus pada persiapan deklasi. Tapi yang pasti siap,’‘ sebutnya.

Pengamat politik, Doni Yusra menilai, perjalanan politik di Kota Jambi memang selalu menarik untuk disimak. Seperti sudah diprediksi, akan selalu ada kejutan disetiap momentum hingga perndaftaran calon 8 Januari mendatang.

‘‘Pegeseran politik di Kota Jambi memang selalu menarik. Seperti yang saya prediksi, selalu ada kejutan. Karena Kota Jambi itu menjadi ukuran politik Jambi secara utuh,’‘ katanya.

Terkait dukungan PAN dirinya menilai pelaung Sani-Izi cukup besar. Karena ego sebagai kader tetap menjadi pertimbangan DPP untuk memutuskan sikap.  ‘‘Kalau alot ya, tapi DPP tentu memiliki pertimbangan karena ingin mendorong kader,’‘ sebutnya.

Namun jika haed to head antara Sy Fasha-Maulana dan Sani-Izi terjadi kedunya sama-sama memiliki keunggulan dan peluang. Pertama masing-masing kandidat memiliki mesin partai yang kuat.  ‘‘PAN dan PDI Perjuangan mesin partainya cukup kuat. Sama halnya dengan Fasha-Maualan yang memiliki banyak dukungan,’‘ sebutnya.

Hanya saja yang perlu diingat kekuatan Parpol tidak bisa menjadi ukuran. Karena Jambi secara utuh masih memiliki pemilih figure buka parpol.  ‘‘Paprol itu tidak bisa menjadi ukuran, pemilih itu menentukan pilihannya berdasarkan figure,’‘ ucpanya.

Harusnya, sebut Doni, Parpol harus bisa menempatkan dan memposisikan diri untuk membentuk figure tersebut. ‘‘pemilih itu tidak melihat  calon dari partai apa. Harusnya partai yang bekerja membentuk figure tersebut,’‘ katanya.

Disisi lain, tidak bisa pungkiri Fasha secara pribadi unggul pada pembangunan dengan berubahnya wajah Kota Jambi. Meskipun nama Sani juga terlibat, tapi hanya sampai pada kalangan menegah keatas.  ‘‘Kalau kalangan menegah kebawah keberadaan Fasha lebih melekat dalam hal pembangunan,’‘ sebutnya.

Tapi Sani-Izi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena sebagai ulama Sani juga mempunyai pengaruh dari kalangan menengah ke bawah. ‘‘Tentu ini harus bisa dimaksimalkan agar bisa menyakinkan pemilih,’‘ sebutnya.

Bagaimana dengan koalisi di Kerinci dan Merangin? Dosen Universitas Jambi (Unja) ini menyebutkan semua itu bukanlah skenario jauh-jauh hari. Menurutnya, jikapun koalisi itu tebentuk semata hanya kebentukan dan karena keadaan politik. 

‘‘Saya pikir jikapun itu benar, koalisi ini terbentuk bukan jauh-jauh hari. Tapi justru karena keadaan,’‘ pungkasnya. 

(aiz)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /