Selasa, 12 Desember 2017
Berita Jambi Paling Update


Nyawa Deepika Padukone Terancam, Kepalanya Dihargai Rp 20 M

Rabu, 22 November 2017 - 22:37:50 WIB | Dibaca: 452 pembaca

jpnn.com - Nyawa aktris top Bollywood, Deepika Padukone terancam setelah film terbarunya yang berjudul Padmavati menyulut kemarahan sekelompok orang dari kasta Rajput.

Seorang pejabat partai penguasa India, Bharatiya Janata Party (BJP) sampai membuat sayembara untuk kepala Padukone dan sutradara Sanjay Leela Bhansali dengan hadiah INR 10 crore atau setara Rp 20 miliar.

"Kami akan memberi hadiah INR 10 crore dan merawat keluarga mereka yang bisa memenggal kepala keduanya," ujar Ketua Bidang Media BJP Negara Bagian Haryana, Suraj Pal Amu kepada kantor berita ANI, Minggu (19/11).

Padmavati merupakan adaptasi lepas dari puisi epik karya penyair abad ke-16 Malik Muhammad Jayasi yang berjudul Padmavat. Puisi itu bercerita tentang Ratu Chittor, Padmini yang nekat melompat ke dalam api demi melindungi kehormatannya dari Sultan Delhi Alauddin Khilji yang datang menyerbu.

Protes muncul karena cerita Padmavati dianggap menyimpang dari peristiwa sebenarnya serta merendahkan kehormatan Ratu Padmini, pahlawan dan simbol wanita terhormat bagi kasta Rajput. Padahal, sebagian besar pakar sejarah berpandangan bahwa Ratu Padmini adalah karakter fiksi.

Pengurus pusat BJP sendiri ogah dikaitkan dengan ancaman Suraj Pal Amu terhadap Padukone dan Bhansali. Partai Perdana Menteri Narendra Modi itu justru mengaku sudah menegur keras kadernya tersebut.

Namun, teguran itu tak dihiraukan Suraj Pal Amu. Sehari setelah membuat sayembara untuk kepala Padukone, dia menyatakan akan membakar habis bioskop yang berani menayangkan Padmavati.

Akibat ancaman tersebut Padukone batal tampil di acara konferensi kewirausahaan global yang rencananya digelar di Hyderabad.

Meski begitu, saat diwawancara, Padukone tetap berusaha terlihat tidak gentar. Dia menegaskan bahwa satu-satunya yang bisa menghukumnya adalah badan sensor nasional.

"Apa yang terjadi dengan negara kita? Kita mengalami degradasi," ujarnya menyesalkan penggunaan intimidasi untuk membungkam pekerja seni. (dil/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com

Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /