Kamis, 13 Desember 2018
Berita Jambi Paling Update


PC PMII Kerinci Turun ke Jalan, Sebut Ada Dugaan Fee Proyek dan Pungli di Dinas PUPR Kerinci

Kamis, 06 Desember 2018 - 21:53:28 WIB | Dibaca: 243 pembaca
Aksi Demonstrasi di Tugu Adipura dan Kantor Bupati Kerinci.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Kamis (06/12) melakukan aksi Demonstrasi di Tugu Adipura dan Kantor Bupati Kerinci.

Pantauan di lapangan, aksi demonstrasi yang dilakukan Puluhan mahasiswa dari PMII dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dimulai di Tugu Adipura. Setelah puas menyampaikan orasi, aksi demonstrasi dilanjutkan di depan Kantor Bupati Kerinci pada pukul 10.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, demonstrasi yang dilakukan oleh Puluhan mahasiswa PMII dimana mereka meminta jawaban dari Pemkab Kerinci terkait dugaan kasus Fee Proyek dan Pungutan Liar terhadap kontraktor yang mendapatkan proyek di Dinas PUPR Kerinci.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kerinci dan Sungai Penuh, Rahmat Fadlan melalui Sekretaris Umum, Agustiaranda yang didampingi Koordinator Lapangan (Korlap) IV, Kiki Kurniawan, mengatakan, tujuan aksi demo ini guna untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait dengan kasus rekapitulasi pembangunan infrastruktur Kabupaten Kerinci tahun 2018 dan kasus dugaan Fee Proyek sebesar 10 hingga 15 persen yang diduga diberikan kepada tim sukses Bupati Kerinci.

Serta Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), yang diduga kuat dilakukan oleh Kadis PUPR Kerinci sebesar 3 Persen dari nilai anggaran.

"Kami meminta agar Bupati Kerinci, dalam melaksankan pembangunan merata, tidak tebang pilih antara Kerinci Hilir dan Mudik, sebagaimana programnya Kerinci lebih baik," ujarnya.

Setelah puas menyampaikan orasi, puluhan pendemo ditemui oleh Sekda Kerinci, Gasdinul Gazam, Asisten 1 Julizarman, dan Kaban Kesbangpol Kerinci Ahmadi Zubir. Pada waktu itu Sekda Kerinci, Gasdinul Gazam, beserta Asisten 1 Julizarman, dan Kaban Kesbangpol Kerinci Ahmadi Zubir membuat surat petisi yang ditandatangani bersama, dimana meminta waktu selama 10 hari untuk menindak lanjuti tuntutan dari massa PMII. (adi)


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /