Selasa, 26 Juni 2018
Berita Jambi Paling Update


Pemilu 2019 adalah Pemilu Kebangsaan

Jumat, 30 Maret 2018 - 11:38:08 WIB | Dibaca: 392 pembaca
Deddy Himawan.

Oleh : Deddy Himawan

Pemyelenggaran Pemilihan Umum atau Pemilu tahun 2019 sudah di depan mata, dan Pemilu kali ini berbeda dengan Pemilu 2014, dimana Pemilihan Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan dalam waktu yang bersamaan yakni pada hari Rabu tanggal 17 April 2019.

Pada Pemilu 2019 diikuti oleh 19 partai politik yang terdiri dari 15 partai politik nasional dan 4 partai politik lokal, dan saat ini tahapan penyelenggaraan Pemilu sudah dimulai, bahkan sudah mulai menjadi pembicara siapa bakal calon legislatif maupun bakal calon Presiden di tengah masyarakat, untuk ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahun sekali ini.

Proses penyelanggaraanpun sudah disiapkan mulai dari regulasi sampai permasalahan teknis oleh para penyelenggara Pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu 2019 berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Berbicara Pemilu 2019 sangat menarik, walaupun caranya berbeda, nampaknya polanya hampir sama dengan Pemilu 2014 terutama dalam hal pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sekarang saja sudah mulai panas suhu politik, bahkan tidak sedikit pula partai politik yang sudah memberikan dukungannya kepada bakal calon presiden, termasuk bakal calon legislatif (Caleg) sudah mulai tebar pesona, pencitraan, dan kampanye untuk mensosialisasikan diri ikut dalam kontes Pemilu 2019.

Namun dalam setiap kontes Pemilu dan Pemilihan selalu rakyat, atas nama rakyat dan untuk rakyat tetapi dari itu semua rakyat kembali menjadi korban dari kontes tersebut, mulai dari janji-janji politik sampai para prakteknya rakyat menjadi ajang jual beli demi menguasai kekuasaan, padahal kekuasaan itu adalah hak rakyat.

Apapun itu, rakyat seharusnya menjadi pemenang dalam setiap konteks pemilihan? Tapi proses waktu sudah berjalan dan sudah menunjukkan bukti, tinggal bagaimana rakyat yang menilai karena otoritas tertinggi di republik ini adalah rakyat. Sebab rakyat sudah bosan dan merasa tertipu dengan janji-janji manis kalau melihat kondisi bangsa kita hari ini.

Maka rasa optimis itu harus dibangun, karena sudah saatnya rasa itu ditumbuhkan kembali ke publik, dengan berbagai cara agar tumbuh semangat nasionalisme dan semangat kebangsaan karena sudah saatnya rakyat mengambil posisi yang tertinggi dan memiliki otoritas tertinggi dengan cara merebut kemenangan Pemilu 2019, siapapun partainya dan siapapun presiden rakyatlah yang menjadi pemenang, karena partai dan presidenlah yang menjalankan keinginan dan kemauan rakyat, kalau rakyat sudah memberikan suaranya makan partai dan presidennya yang menjalankan roda pemerintahan dan roda negara ini seperti yang sudah diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Kebangsaan dan Permasalahannya

Mengartikan arti dari kebangsaan sangat luas dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, namun paling tidak kebangsaan itu adalah semangat dan nilai luhur yang sudah diwarisi oleh para pendahulu bangsa, yang perlu kita junjung tinggi dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Setiap masalah dalam penyelenggaraan Pemilu yang terjadi disebabkan karena kurangnya wawasan kebangsaan di masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar bangsa, yakni, Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebab itulah masalah Pemilu menjadi yang dihadapi bangsa ini, persoalan ini karena adanya kelompok kepentingan yang memaksakan kehendaknya untuk tujuan tertentu seperti pada pelaksanaan Pilkada dengan lebih mengedepankan sikap siap menang tetapi tidak siap kalah.

Sehingga segala cara yang bertentangan dengan aturan dilakukan untuk memperoleh kemenangan misalnya, kampanye hitam, politik uang, menekan penyelenggara agar berpihak, serta mengerahkan massa pendukungnya untuk merusak fasilitas umumn dan gedung-gedung pemerintahan, sehingga melahirkan bentuk ketidakpuasaan atas hasil Pemilihan, ini masalah buruk bagi masa depan demokrasi di bangsa ini.

Oleh karena itu, wawasan kebangsaan harus dipahami kembali semua pihak di negeri ini karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang bisa membawa bangsa ini tetap utuh berada dalam persatuan dan kesatuan bangsa, dangan mengedepankan sikap mulia seperti gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi, yang jauh dari sikap mementingkan kepentingan pribadi dan golongan yang menghalalkan segala cara tadi.

Dan kalau berkaca pada penyelenggaraan Pemilu 2014, bangsa ini sudah dibuat terpecah belah dengan adanya dua calon presiden dan itu sangat terasa di akar rumput, tentu pengalaman tahun 2014 tidak terulang kembali dan masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menentukan pilihannya dengan derasnya arus informasi yang berbasis teknologi dan media sosial yang merajalela bahkan perkembangan media sosial bisa dikatakan sebuah ancaman apabila tidak disikapi dengan baik, maka nilai-nilai kebangsaan harus dihidupkan lagi di tengah masyarakat, tidak hanya masyarakat tapi semua komponen bangsa ini harus menjunjung tinggi nilai kebangsaan tanpa terkecuali.

Siapa yang Bertanggungjawab

Sukses atau tidaknya penyelenggaraan Pemilu 2019 tidak hanya pada penyelenggara semata, tetapi banyak pihak perlu dilibatkan dari Presiden sampai Ketua RT dalam hal ini pemerintah, TNI, Polri, BIN dan masyarakat termasuk peserta Pemilu 2019.

Tanggung jawab sukses atau tidaknya Pemilu ini menjadi tugas berat terutama penyelenggara KPU dan Bawaslu. Karena di tangat penyelenggara semua dipertaruhkan mulai integritas, independensi, netralitas, dan kapasitas sebagai kunci sukses atau tidaknya Pemilu 2019 yang berkualitas.

Selain itu proses juga harus dipastikan sesuai dengan mekanisme yang ada, dan ditunjang dengan pengawasan yang melekat guna melahirkan para pemimpin bangsa yang betul-betul dekat dengan rakyat, karena dari proses ini lahirkan pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat.

Pemerintah baik itu TNI/Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) harus juga memastikan semua tahapan berjalan dengan baik seraya mendukung proses penyelenggaraan yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu termasuk dalam aspek keamanan. Kemudian masyarakat juga harus dilibatkan oleh penyelenggara dan pemerintah dengan cara terus melakukan komunikasi dan pendekatan dengan masyarakat terutama kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda/mahasiswa, dan tokoh kaum perempuan, dalam setiap kebijakan dan tahapan sehingga mereka bisa memberikan dukungan kepada penyelenggara dan pemerintah.

Tak lupa, para peserta Pemilu 2019 harus juga taat pada aturan penyelenggaraan Pemilu sehingga proses Pemilu tidak dicederai oleh hal-hal yang bersifat negatif dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negera ini tetap utuh tidak terpecah belah dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok sehingga keutuhan NKRI tetap terjaga dan Pemilu 2019 melahirkan pemimpin yang betul-betul memimpin dengan hati.

Terakhir, Pemilu 2019 adalah pemilu kebangsaan. Pemilu milik semua rakyat dan Pemilu harus disukseskan karena apabila ini dicederai maka tidak mungkin kebangsaan inipun ikut tercederai. Mari sama-sama kita menjaga dan mengawasi proses penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan cerdas dan bijak. Guna semua sarana dan prasarana termasuk alat komunikasi atau media sosial secara sehat dan jauh dari berita Hoax dengan tidak mengubar kebencian.

Persatuan dan kesatuan harus tetap jaga, perbedaan boleh saja terjadi namun keutuhan NKRI adalah harga mati bagi bangsa dan negara ini. Pemilu adalah sarana dan alat, maka gunakan itu dengan baik, jangan sampai kita cederai Pemilu ini, seraya kita mohon kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan ridhonya kepada kita semua dan minta agar proses Pemilu 2019 bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadialan Pemilu.(*)

Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Infokom PWPM Jambi


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement
Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /