Selasa, 25 April 2017
Berita Jambi Paling Update


Pengamat : Cakada yang Money Politik Merupakan Bentuk Ketidakpercayaan Terhadap Tim dan Dirinya Sendiri

Senin, 09 Januari 2017 - 08:52:15 WIB | Dibaca: 383 pembaca
Pengamat politik dari fisipol Universitas Jambi, Muhammad Farisi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pengamat politik, Muhammad Farisi menegaskan, money politik (politik uang) adalah pelanggaran berat sebagai mana diatur dalam undang-undang. Baginya, keputusan untuk melakukan money politik merupakan bentuk ketidakpercayaan calon terhadap tim dan dirinya pada kontestasi Pemilu.

“Saya pikir undang-undang sudah jelas mengatur pelaku money politik. Tapi saya lebih melihat calon yang melakukan money politik adalah bentuk ke ketidakpercayaan terhadap tim dan dirinya sendiri,” katanya.

Menurut dosen Fisipol Universitas Jambi (Unja), bila keputuan politik kotor itu dilakukan paslon maka optimalisasi kampanya patut dipertanyakan. Kampaye dilakukan secara maksimal secara otomatis mebuat masyarakat cinta dan memilih tampa ada iming-imingan dibelakangnya.

“Kalau dia (calon, red) mempunyai nilai dalam melakukan kampaye, masyarakat akan cinta dengan calon itu,” katanya.

Untuk itu, penting baginya untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat mapun paslon sendiri akan bahaya money politik. Bisa saja kesadaran itu dilakukan dengan kegiatan sosilaisasi yang lebih masif oleh pengawas.

“Idealnya calon sadar dan masyarakat juga sadar bahaya money politik. Maka perlu pengawasan secara aktif, masyarakat juga selalu diingatkan melalui spanduk dan sosialisasi lainnya,” pungkasnya.(hnd)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /