Sabtu, 16 Februari 2019
Berita Jambi Paling Update


Seminar Keperawaran STIKES HI Jambi

Peran Perawar Lansia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Rabu, 06 Februari 2019 - 13:21:14 WIB | Dibaca: 1968 pembaca
Seminar Keperawaran STIKES HI Jambi. Foto : Ist

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - STIKES Harapan Ibu Jambi terus berbenah dalam peningkatan mutu da kualitas. Seperti yang dilakukan Senin (4/2) lalu. STIKES Harapan Ibu Jambi berhasil menyelenggarakan Seminar Keperawatan Gerontik dan Sosialisasi Peluang Kerja Perawat ke Jepang, yang diselenggarakan diaula STIKES Harapan Ibu Jambi. Dimana jumlah peserta yang direncanakan berjumlah 100 orang bertambah menjadi 120 karena besarnya animo peserta. Ketua Pelaksana, Ns. Lisa Anita Sari MNS dalam sambutannya mengatakan, keperawatan gerontik merupakan keperawatan yang berfokus dalam merawat lansia itu sendiri, meliputi aspek biologis, sosiologis, psikologis dan ekonomi.

"Tujuan dari keperawatan gerontik adalah memenuhi kenyamanan lansia, mempertahankan fungsi tubuh, serta membantu lansia meghadapi kematian dengan tenang dan damai melalui ilmu dan teknik keperawatan gerontik," jelas Lisa Senin (4/2) lalu.

Dikatakannya, perawat lansia sangat dibutuhkan di Jepang, karena struktur penduduk di Jepang merupakan struktur penduduk tua. Apalagi Jepang bakal mengalami lonjakan penduduk lansia yang cukup tinggi.

"Sehingga berdampak pada sektor tenaga kerja yang banyak, sedangkan penduduknya sudah memasuki masa pensiun. Dipastikan Jepang bakal mengalami krisis tenaga kerja, khususnya perawat. Karena generasi yang muda, tidak mencukupi untuk mengisi lowongan kerja yang ada," paparnya.

Sementara, Ketua STIKES Harapan Ibu Jambi, Ns. Susi Widiawati M.Kep mengatakan, kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa, terlebih dalam meghadapi Revolusi Industri 4.0. Nantinya juga akan disosiaisasikan bagaimana bekerja di Jepang oleh alumni STIKES HI Jambi, yang telah meniti karir dinegara tersebut.

"Alhamdulillah alumni kita banyak yang sukses, bahkan dari 16 dosen Prodi Ilmu Keperawatan di STIKES Harapan Ibu Jambi, 14 dosen merupakan alumni STIKES Harapan Ibu Jambi. Alumni kita bahkan sudah banyak yang sukses baik dirumah sakit swasta maupun rumah sakit daerah, termasuk di Jepang," terang Susi.

Susi menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah mengupayakan pertukaran mahasiswa yang telah bekerjasama dengan STIKES HI Jambi. Seperti disalah satu Perguruan Tinggi (PT) di Malaysia maupun Thailand.

"Termasuk dengan BNP2TKI. Jangan takut kuliah di STIKES HI Jambi. Kami mengedepankan lulus tepat waktu dan cepat kerja, dengan IPK lulusan minimal 3.00," jelasnya.

Ketua IAKSHI, Ns. M. Syir S.Kep.,M.Kes menambahkan, dalam seminar para peserta harus aktif bertanya, dari apa yang tela disampaikan narasumber, sehingga terdapat hasil positif yang didapat peserta.

"Mumpung masih mahasiswa, perolehlah ilmu sebanyak-banyaknya," ujar M. Syir sebagai ketua alumni STIKES HI Jambi juga patut berbangga. Pasalnya mahasiswa praktik klinik asal STIKES HI Jambi di RSUD Raden Mattaher, lebih unggul dibandingkan mahasiswa kesehatan dari PT lainnya.

"Saya yakin STIKES HI Jambi tidak mengejar kuantitas tapi lebih mengutamakan kualitas. Untuk apa kuantitas banyak, tapi output yang dihasilkan tidak dapat diserap dunia kerja," tandasnya.

Dalam kegiatan, STIKES HI Jambi langsung menghadirkan narasumber dari Jepang yakni CEO Todoroki No Ie Foryoukai Katori Hirosi, lalu Ns. Loriza Sativa  Yan M.Kes yang merupakan dosen di STIKES HI Jambi, Ns  Sovia M.Kep yakni dosen Poltekes Kemenkes Jambi dan Ns. Said Amin S.Kep perawat lansia di Jepang yang merupakan alumni STIKES HI Jambi.

Dalam sesi tanya jawab pun terlihat animo peserta yang luar biasa. Dengan banyaknya pertanyaan yang berkaitan dengan proses seleksi dan tahapan keberangkatan ke Jepang. Dari hasil tanya jawab tersebut, pmerintah jepang mengutamakan bahasa jepang apabila tenaga kerja dari Indinesia khususnya dari STIKES Harapan Ibu Jambi cukup bisa berbahasa jepang. Saat ini STIKES Harapan Ibu Jambi khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan mempersiapkan diri untum melakukan Lokakarya Kurikulum.  Yang mana Bahasa Jepang akan menjadi struktur kurikulum pada prodi keperawatan. Saat ini struktur kurikulum prodi keperawatan sudah memasukkan 12 SKS mata kuliah bahasa inggris yang bertujuan mahasiswa dan lulusan cakap dan terampil berbahsa inggris dan dapat bersaing di dunia kerja luar negeri. STIKES HI sudah memfasilitasi mahasiswa keperawatan untuk mahir berbahasa jepang dalam bentuk kursus bahasa jepang yang dilaksanakan di kampus STIKES Harapan Ibu Jambi. Hasil kursus ini sudah dibuktikan oleh mahasiswa dengan percakapan berbahasa jepang dengan nara sumber seminar keperawatan yang berasal dari jepang. Demikianlah yang disampaikan oleh Ketua STIKES HI.(*)


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /