Sabtu, 23 Maret 2019
Berita Jambi Paling Update


Petaka Alat Setrum Ikan, Pemuda Ini Tewas di Sawah

Rabu, 16 November 2016 - 23:38:37 WIB | Dibaca: 840 pembaca
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, BANJARMASIN - Warga Jalan Kelayan B Taluk Kubur Arah Simpang Limau kelurahan Tanjung Pagar Banjarmasin Selatan, Ari (16), meninggal dunia karena kesetrum, Selasa (15/11). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 08.00 Wita.

Ketika itu Ari cuma sendiri di rumah, ibu beserta kakakya pergi ke warung untuk makan. Setelah kakak korban yang bernama Rifani (24) pulang ke rumah sekitar pukul 08.30 Wita, ketika itu adiknya tidak ada di kamar.

Dia pun mencoba memanggil korban tapi tidak ada jawaban, langsung saja dia menyuruh adiknya yang bernama Arsani (19) yaitu kakak korban, untuk mencari. Setelah di cari Arsani melihat ada kabel listrik yang berserakan di tanah.

Dia pun mencoba untuk menelusuri kabel tersebut, setelah menemukan ujung kabel tersebut Arsani menemukan ember yang larut di sawah, setelah itu dia menemukan korban yang terlentang di sawah. Sontak dia langsung kaget dan memanggil kakaknya Rifani.

Kakak beradik ini langsung ke sawah untuk mengevakuasi korban. Ketika itu mereka juga membawa ember yang cuma berisi 2 ekor ikan yang diduga hasil tangkapan korban.

”Saya langsung terkejut, tidak memikirkan apa-apa lagi, langsung saja membawa korban ke jalan untuk minta diperiksakan, apakah masih ada nafasnya. Ternyata dia sudah tidak ada lagi,” ungkap Rifani bercerita.

Ipul, salah satu anggota emergency yang di temui di lokasi kejadian bercerita bahwa ketika dia lewat di tempat kejadian melihat ada korban yang kesetrum yang ternyata adalah temannya juga.

”Saya melihat kondisi korban sudah terbujur kaku, dan terlihat alat setrum ikan berupa kabel masih membentang,” katanya.

Pantauan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), di rumah korban terlihat ibu dan kakak korban tidak bisa menahan kesedihan atas kepergian Ari. Terlihat juga anggota kepolisian berdatangan ke lokasi untuk memantau lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan Ipda Sugiyanto saat temui di lapangan menjelaskan, korban memang benar kesetrum. ”Dari pihak keluarga tidak mau membawa ke rumah sakit untuk di visum, mereka mengikhlaskan atas kepergian korban,” ungkapnya. (mr-147/fab/JPG)

Sumber: www.jawapos.com

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /