Sabtu, 18 November 2017
Berita Jambi Paling Update


Potensi kerinci, Masalah dan Solusi yang Ditawarkan Jika Aku Menjadi Bupati Kerinci

Selasa, 20 Desember 2016 - 20:42:54 WIB | Dibaca: 1861 pembaca
Yenni Afriani, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta.

PENDAHULUAN

Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Provinsi Jambi, yang terletak diantara 1 o 40’ Lintang Selatan sampai dengan 2 0 26’ Lintang Selatan dan diantara 101 o 08’ Bujur Timur sampai dengan 101 0 50’ Bujur Timur serta berada pada dataran tinggi di Pulau Sumatera, dengan ketinggian 500-1500 m dari permukaan laut, memiliki luas wilayah 3.808,5 km2, dan

memiliki berbagai potensi diantaranya; Merupakan penghasil Kayu Manis terbesar Indonesia dan pada tahun 2014 memproduksi 53.290 ton serta memiliki kontribusi terbesar dalam ekspor Kayu Manis Indonesia di pasar internasional. Selain itu merupakan penghasil bahan Pertanian/Pangan

utama Provinsi Jambi, dan juga merupakan pemasok bahan pangan untuk daerah sekitarnya hingga ke Negara Tetangga. Memiliki potensi energi listrik diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dapat menghasilkan 15 Mega Watt (MW), Tenaga Uap (Geo Thermal)yang dapat menghasilkan 35 Mega Watt (MW) energi listrik. Demikian juga Kerinci merupakan wilayah yang memiliki potensi wisata alam utama Provinsi Jambi dan memiliki hutan

Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) terluas di Sumatera serta memiliki Gunung Kerinci, yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera dan memiliki Danau Gunung Tujuh, yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.

Dengan jumlah penduduk 234.882 jiwa dan 68,83% bekerja disektor pertanian, serta memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp. 5,12 trilun tahun 2015 dan 51,39% disumbangkan dari sektor Pertanian. Namun beberapa permasalahannya yang masih dihadapi diantaranya Kerinci masih merupakan daerah terisolir yang memiliki jarak 421 Km dari Pusat Provinsi Jambi dan 260 Km dari ibu kota Provinsi Sumatera Barat, serta memiliki akses ke wilayah tetangga yang masih terbatas. Dalam melaksanakan pembangunan, Kabupaten Kerinci masih sangat tinggi ketergantungan dengan sumber keuangan dari pemerintah pusat yaitu

mencapai 92,9%, dan hanya memiliki Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.66,6 Milyar (7,1%) dari APBD sebesar Rp.932,4 Milyar seperti pada tahun 2015. Dari kondisi tersebut sehingga dalam melaksanakan pembangunan daerah, Kerinci menghadapi berbagai hambatan baik dalam pembangunan penyediaan infrastruktur jalan, irigasi, dan infrastruktur lainnya menjadi sangat terbatas. Demikian juga dalam peningkatan SDM aparatur pemerintah, SDM Masyarakat. Selain itu Kerinci teridentifikasi sebagai daerah yang rawan Bencana Alam seperti Banjir, longsor dan Gempa Bumi. Permasalahan lain juga terlihat dari aspek pembangunan dan pengembangan pariwisata, lapangan kerja serta pengembangan produk unggulan daerah yang masih terbatas.

Sebagai daerah yang ingin maju tentu membutuhkan dukungan pendanaan pembangunan atau keuangan daerah yang baik serta perekonomian masyarakatnya yang kuat. Namun dengan keterbatasan keuangan daerah dan perekonomian daerah serta masih terbatasnya inovasi dan adopsi teknologi dalam kebijakan pemerintah daerah, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakatnya menjadi terbatas dengan daya saing daerah yang masih rendah.

Oleh karenanya apabila saya menjadi Bupati Kerinci maka saya akan melakukan

langkah-langkah strategic untuk memajukan Kerinci, terutama dengan memperhatikan berbagai potensi dan permasalahan yang ada serta mengambil solusi dan prioritas yang perlu saya lakukan dalam situasi keterbatasan dan merumuskan permasalahan yang perlu saya jawab seperti

” Bagaimanakah me wujudkan Kerinci MAJU (Makmur, Aman, Jaya dan Unggul) ?

Pembahasan dan Analisis

Untuk menjawab permasalahan dan pertanyaan di atas maka ditawarkan beberapa solusi

yang dapat dilakukan diantaranya; Pertama dengan memperhatikan potensi dan permasalahan yang ada serta mempertimbangkan kemungkinan peluang dan ancaman, maka saya menetapkan visi saya yaitu ”Mewujudkan Kerinci Maju” (Makmur, Aman, Jaya dan Unggul), dengan tujuan agar dalam mewujudkan cita-cita tersebut supaya saya dapat fokus melaksanakan langkah-langkah pencapaiannya.

Kedua, saya akan menetapkan 6 (enam) misi untuk mewujudkan visi saya “Kerinci Maju” tersebut yaitu sebagai berikut :

1. Peningkatan dan Pemanfaatan SDM Aparatur Pemerintah Daerah dan Masyarakat berbasis

ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan iman dan taqwa (IMTAQ)

  1. Peningkatan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Keuangan Daerah.
  2. Peningkatan Infrastruktur dan Sarana, Prasarana.
  3. Peningkatan Perekonomian Daerah.
  4. Penegakan Supremasi Hukum.
  5. Pengembangan Potensi Daerah berbasis Daya Saing.

Ketiga,  untuk  melaksanakan  visi  dan misi saya tersebut diatas, maka saya akan

menetapkan strategi untuk mencapainya, diantaranya :

  1. Penempatan SDM yang berkompeten dan menguasai teknologi serta memiliki inovasi.
  2. Meningkatkan Kemitraan dengan berbagai pihak dan melakukan adopsi teknologi.
  3. Meningkatkan Kesejahteraan yang diringi dengan peningkatan komitmen aparatur.
  4. Meningkatkan Pengawasan Langsung dan menindak tegas apabila terjadi pelanggaran terutama untuk mengatasi korupsi.

Keempat dalam upaya percepatan adopsi dan inovasi teknologi dalam kondisi duniayang semakin maju dengan perkembangan IT yang pesat, maka saya akan menetapkan program kegiatan prioritas baik jangka pendek maupun jangka menengah diantaranya :

 1. Peningkatan dan Pemanfaatan SDM Aparatur Pemda dan Masyarakat berbasis IPTEK dan IMTAQ.

  • Pengembangan inovasi dan adopsi teknologi dalam peningkatan disiplin aparatur, pengawasan hingga sistem koordinasi.
  • Mewajibkan pejabat strategis seperti yang membidangi Perencanaan (Bappeda), Keuangan, Perekonomian, Pertanian, Perdagangan, Industri, Pariwisata dan Jasa, serta Energi serta yang membidangi Perhubungan wajib menguasai bahasa Asing minimal bahasa Inggris, guna menopang kelancaran peningkatan kemitraan atau kerjasama dengan pihak internasional, dalam memanfaatkan perkembangan era globalisasi perekonomian dunia dan Asia Tenggara.
  • Mewajibkan setiap aparatur memiliki wilayah binaan seperti desa atau kelurahan.
  • Mengembangkan kurikulum lokal untuk pendidikan dasar dan menengah berbasis keterampilan usaha.

2.Peningkatan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Keuangan Daerah.

  • Meningkatan sumber Pendapatan Daerah melalui pelaksanaan kerjasama dengan pihak antar pemerintah daerah, swasta, masyarakat dan luar negeri dalam pemanfaatan potensi daerah yang tersedia.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran yang fokus pada prioritas pembangunan daerah serta menindak sekecil apapun tindak korupsi.
  • Meningkatkan pemanfaatan potensi pariwisata daerah dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  • Efisiensi biaya rutin Pemerintah Daerah seperti Perjalanan dinas dan biaya rapat.
  • Mendorong riset pengembangan sumber keuangan daerah.

3. Peningkatan Infrastruktur dan Sarana, Prasarana.

  • Peningkatan Pembangunan Jalan, Jembatan antar desa.
  • Peningkatan pembangunan Jalan Usaha Tani dan irigasi untuk menopang sektor pertanian.
  • Peningkatan pembangunan pasar tradisional.
  • Peningkatan pembangunan Infrastruktur Pengembangan Ekonomi

4. Peningkatan Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat.

  • Meningkatkan perhatian pada sektor pertanian.
  • Meningkatkan Ketersediaan lapangan Kerja melalui Pengembangan UMKM sesuai potensi wilayah yang tersedia.
  • Menyediakan 10% dari APBD untuk mendorong pengembangan UMKM agar mampu menyediakan lapangan kerja.
  • Meningkatkan stimulus permodalan usaha masyarakat.
  • memperkuat peran sektor-sektor strategis seperti Sektor Pertanian dengan sistem pengembangan pertanian terpadu dan menyediakan klinik pertanian sebagai agen pembaharuan sistem pertanian dalam mengadopsi teknologi pertanian moderen serta memperhatikan sektor hulu dan hilir.
  • Pemanfaatan lahan tidur oleh Pemerintah Daerah kerjasama dengan swasta dalam penguatan sektor pertanian.

g. Penegakan Supremasi Hukum.

  • Meningkatan kesadaran masyarakat melalui peningkatan budaya malu, dengan kegiatan mempublikasi pelanggaran aparatur dan masyarakat di tingkat desanya masing-masing.
  • Menerapkan Sistem Lapor dini bagi pelanggaran serta melakukan penindakan secara tegas.

h. Pengembangan Potensi Daerah berbasis Daya Saing.

  • Meningkatkan investasi di daerah melalui peningkatan kemitraan dalam pemanfaatan potensi yang tersedia dengan basis adopsi dan inovasi teknologi serta mempermudah pelaksanaan investasi.
  • Meningkatkan daya saing daerah dengan memperhatikan keunggulan potensi daerah.
  • Membangun dan mengembangkan industri yang mampu berperan sebagai fondasi bagi pengembangan sektor-sektor ekonomi lainnya yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif seperti UMKM.
  • Meningkatkan perhatian terhadap komoditi ekspor

Kesimpulan

Keberhasilan pencapaian visi dan misi mewujudkan ”Kerinci Maju” perlu dilakukan dengan manajemen yang bersinergi dan langkah-langkah strategis yang sistematis dan terarah sehingga upaya yang akan dilakukan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Dalam konteks demikian, kesungguhan dan kerja keras yang didukung kebersamaan semua komponen pembangunan yaitu masyarakat, pemerintah daerah dan pengusaha yang didukung dengan Kemitraan serta melakukan inovasi dan adopsi teknologi serta melakukan pencegahan dini tindak korupsi merupakan syarat utama yang perlu dibangun sedini mungkin, sehingga pencapaian sasaran pembangunan daerah dapat berlangsung dengan efektif.

Dalam konteks demikian maka keberadaan pemerintahan yang profesional dengan manajemen yang baik, didukung penyediaan insentif dan pengawasan yang efektif dan ditopang oleh pengembangan inovasi dan adopsi teknologi serta meningkatkan kemitraan atau kerjasama dengan berbagai pihak, merupakan strategi utama yang akan saya gunakan dalam melaksanakan pembangunan Kerinci, serta akan selalu melaksanakan pengawasan secara langsung ke lapangan dan ke tengah masyarakat atas pelaksanaan pembangunan di daerah dan akan menindak tegas apabila terjadi pelanggaran, guna membangunan keteladanan di masyarakat. Dengan demikian maka pencapaian ”Kerinci Maju” semakin dapat terwujud.

Oleh : Yenni Afriani (Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, Jurusan Akutansi, Prodi Keuangan dan Perbankan)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /