Sabtu, 17 November 2018
Berita Jambi Paling Update


Rusia Tak Mau Perang Dunia III

Jumat, 13 April 2018 - 15:02:04 WIB | Dibaca: 962 pembaca
Rusia terus mendukung Syria meski diancam AS (RFE)

JAMBIUPDATE.CO, Hubungan Rusia dan Amerika Serikat kian memanas usai adanya tudingan Pemerintah Syria menggunakan senjata kimia kepada warga sipil dan kelompok pemberontak di Douma, Syria. Bahkan Presiden AS Donald Trump mengaku siap menembakkan rudal ke Moskow jika Rusia tetap bersikeras membela Presiden Syria Bashar Al Assad.

Trump dan sekutu barat menuding pasukan Assad menggunakan senjata kimia di Douma terhadap warganya.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan, berdasarkan data dan informasi yang diperoleh Pemerintah Rusia kondisi di Douma itu bersih. "Di sana tidak ada senjata kimia atau munculnya penggunaan senjata kimia," katanya dalam konferensi pers, Jumat, (13/4).

Senjata kimia itu seperti nerve agent sangat kuat. Kalau tak terproteksi bisa berbahaya.

"Kami tak melihat bukti nyata kalau Pemerintah Syria menggunakan senjata kimia. Isu itu hanya untuk membuat kondisi Syria makin tak stabil," ujar Vorobieva.

Menurutnya, isu senjata kimia di Syria itu hanyalah isu dengan motif politik. Hal yang harus dilakukan adalah melakukan investigasi dengan benar.

"Apalagi di Syria tak ada korban senjata kimia. Di mana para korban senjata kimia? Tak ada," tukasnya.

Meskipun Trump mengancam Rusia, menurut Vorobieva tidak akan ada Perang Dunia III. Banyak pihak yang salah mengartikan itu persiapan perang.

"Rusia mencari solusi damai dalam konflik di Syria. Banyak sejarah menunjukkan solusi militer tidak akan membawa perdamaian," kata Vorobieva.

Rakyat Rusia, terang dia, juga tidak melakukan persiapan apa pun untuk Perang Dunia III. "Sebab tak mungkin terjadi Perang Dunia III, kondisi di Rusia aman saja."

Rusia juga belajar dari masa lalu. Rakyat Rusia banyak yang menderita akibat Perang Dunia II makanya tak ingin ada Perang Dunia III.

"Kami ingin menjaga perdamaian dunia. Banyak orang Rusia meninggal akibat Perang Dunia II, makanya kami berusaha mencegah agar perang tak terjadi lagi," ujar Vorobieva.

Rusia, lanjutnya, mengingat nasib generasi penerusnya. Makanya Rusia tidak mau ada Perang Dunia III.

Seperti dilansir Sputnik, Asisten profesor di Universitas Brussels (ULB) sekaligus peneliti di Royal Institut of Defense Belgia, Didier Leroy mengatakan, ketegangan yang terjadi antara dua negara adidaya tersebut, tak lantas membuat Rusia dan AS memunculkan situasi yang berbahaya seperti Perang Dunia III. (ce1/iml/met/trz/JPC)

Sumber: www.jawapos.com

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /