Kamis, 22 Februari 2018
Berita Jambi Paling Update


SAH : Pelatnas Asian Games Harus Diikuti Atlet Terbaik

Selasa, 13 Februari 2018 - 00:09:13 WIB | Dibaca: 87 pembaca
Pimpinan Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra ketika mengunjungi gelora Bung Karno memantau persiapan Asian Games 2018.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018 harus diikuti atlet terbaik Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra (SAH) dalam menanggapi pelaksanaan pelatnas beberapa Cabang Olahraga, di Jakarta (11/2) kemarin. 

"Pelatnas harus diikuti atlet terbaik, jangan ada ketidakprofesionalan dalam menentukan atlet yang memasuki pemusatan latihan," ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan jika banyak laporan dari daerah ataupun Pengda cabang olahraga yang mempersoalkan Pelatnas belum mencerminkan kekuatan terbaik yang dimiliki. Karena banyak atlet yang bagus dan layak, justru tidak dipanggil dalam pelatnas.

Seperti yang dikeluhkan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) di Jakarta. Ini karena beberapa atlet potensial yang masuk dalam Pelatnas Tenis Meja namun tidak terjaring dalam pelatnas Asian Games 2018.

SAH meminta Menpora dapat bertindak sebagai pengawas bahwa indikator prestasi maupun teknis penetapan atlet pelatnas Asian Games 2018 di jalankan secara baik dan transparan. Karena selama ini pengajuan atlet pelatnas dilakukan induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan kepada KONI.

“Artinya ada mekanisme yang sangat absolut dari cabor dalam hal penentuan atlet pelatnas,” ungkapnya.

Kedepan SAH yang mengaku mendapat pengaduan beberapa pelatih dibeberapa cabor tentang penetapan atlet pelatnas mengatakan, DPR tidak meminta Menpora mengintervensi Induk cabang olahraga dalam hal penetapan pelatnas. Namun kedepan ada regulasi mekanisme penetapan atlet pelatnas.

"Kedepan penetapan atlet pelatnas ini harus melalui panel tim yang melibatkan semua pihak yang kompeten baik pelatih, KONI, Cabor dan pengurus daerah tempat atlet berasal. Mekanisme ini setidaknya akan melahirkan pengawasan yang sehat sesama pelaku olahraga dalam penetapan atlet pelatnas,” pungkasnya. (aiz)

 


Berikan Komentar via Facebook :






Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /