Jumat, 24 November 2017
Berita Jambi Paling Update


Resensi Novel

Tentang Kamu

Minggu, 11 Desember 2016 - 19:00:29 WIB | Dibaca: 636 pembaca
Cover Tentang Kamu.

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal buku : vi+ 524 hal. ; 13.5x20.5 cm
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : Oktober, 2016.
Harga : Rp. 87.000

PASTI banyak yang mengira melihat dari judulnya Tentang Kamu, ini adalah sebuah novel kisah cinta, tetapi itu salah. “Kamu” dalam kalimat ini juga bukanlah ditujukan untuk Zaman sebagai tokoh yang mengawali cerita ini ataupun wanita idaman Zaman. Tapi, “kamu” disini ditujukan kepada sosok Sri Ningsih yang menjadi tokoh utama dalam novel ini.

Novel ini terbitan Republika, jadi pasti ada unsur islaminya novel ini walaupun tidak begitu ditonjolkan. Tokoh utama novel ini adalah muslim. Settingannya ada dibanyak tempat, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Jadi siap-siap kamu akan tertarik dan berimajinasi tanpa batas ketika kamu membaca novel ini. Novel ini seru banget pastinya. Seperti dalam film detektif karena misinya adalah memecahkan kepingan-kepingan misteri. Di novel ini juga ada pembahasan sejarah Jakarta tempo doeloe dan peristiwa partai komunis dengan sudut pandang yang unik.

Seperti biasa, Tere Liye merangkai potongan-potongan cerita menjadi satu cerita utuh yang sangat mempesona. Para pembaca seakan dihipnotis untuk terus membaca bab demi bab, hanya untuk mengetahui bagaimana keselanjutannya. Nilai kehidupan dan ilmu pengetahuan tak pernah luput ia masukkan kedalam setiap novelnya, termasuk novel Tentang Kamu ini.

Pasti anda makin penasarankan? Yuk baca dulu gambaran novel Tentang Kamu dibawah ini J

Novel terbaru karya Tere Leye ini menceritakan tentang seorang pengacara bernama Zaman Zulkarnaen yang berasal dari Indonesia yang bekerja di salah satu firma hukum di Lodon. Zaman mendapatkan tugas khusus dari Sir Thomson yang merupakan pemilik Thomson&Co, firma hukum tempat ia bekerja. Tugas yang Thomson berikan merupakan tugas khusus pertamanya tentang warisan seorang wanita tua asal Indonesia yang tinggal di panti jompo dekat menara Eiffel bernama Sri Ningsih. Ia meninggalkan warisan 1% saham perusahaan besar yang nilainya 19 trilyunan rupiah, namun ia tidak meninggalkan wasiat apapun. Di panti jompo itu, satu-satunya petunjuk yang di dapat adalah diary Sri Ningsih. Dari sinilah petualangan Zaman dimulai. Zaman akan mengikuti alur kehidupan Sri Ningsih , dari ia lahir di Sumbawa sampai akhirnya meninggal di Paris.

Diary wanita itu berisi 5 bagian yang di dalam novel ini disebut juz. Juz pertama tentang kesabaran. Dari juz kesabaran ini, kamu akan menyaksikan masa kecil Sri Ningsih yang penuh dengan keharuan. Disini kamu akan menjelajahi Pulau Bungi yang ada di Sumbawa. Kesabaran tiada batasnya, apakah benar ?

Selanjutnya juz kedua, juz persahabatan. Kamu akan merasakan persahabatan indah Sri Ningsih dengan Nur’aini dan Lestari yang berubah hanya karena kedengkian yang begitu dalam. Lalu, juz keteguhan hati, pada bagian ini kamu akan termotivasi dengan semangat yang digambarkan lewat sosok Sri Ningsih. Tentang jatuh bangunnya ia dalam bisnis dan inovasi. Keteguhan hati Sri Ningsih akan ditempa di sini, karena disini ia akan belajar berbisnis hingga memiliki perusahaan besar.

Juz cinta, pada juz ini kamu akan terbayarng kisah cinta Sri dengan seorang pria keturunan Turki bernama Hakan Karim. Sederhana namun manis sekali. Pengorbanan suaminya terungkap di akhir juz ini. Ada banyak kesedihan yang tergambar pada bagian ini.

Dan juz terakhir adalah tentang memeluk semua rasa sakit. Sri akhirnya mampu menerima semua kejadian yang menimpa dirinya. Dan disinilah diceritakan bagaimana perjalanan Sri dari London tiba-tiba ke Paris dan akhirnya meninggal di panti jompo.

Lantas, bagaimana akhir ceritanya ? silahkan anda baca sendiri, hehe. Jika saya meceritakan secara detail ceritanya pasti gak bakalan seru lagi saat kamu membacanya. Gak dapet lagi nanti penasarannya. Tapi, secara keseluruhan novel ini menceritakan kehidupan Sri Ningsih yang dari sosok itu kita akan mendapatkan banyak pelajaran mengenai kehidupan. Tokoh Zaman disini hanyalah perantara. Walaupun disinggung juga kehidupan zaman, namun tidak terlalu mendetail.

Novel ini cocok buat siapa sih? Tenang, semua kalangan bisa dipastikan cocok dan suka dengan novel ini. Karena novel ini mengajarkan banyak makna dalam kehidupan. Novel ini pula tidak mengenal jenis kelamin ataupun usia pembaca. Jadi jangan ragu ya untuk investasi novel berharga ini. Dijamin deh gak bakalan nyesel sama sekali novel ini.(*)

Oleh : Elsa Bestaria


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /