Senin, 20 Februari 2017
Berita Jambi Paling Update


Wali Kota Selaku Pemangku Adat Gelar Kenduri Adat dan Doa Lepas Cemas

Selasa, 10 Januari 2017 - 22:30:38 WIB | Dibaca: 424 pembaca
Acara Kenduri Adat dan Doa Lepas Cemas yang berlangsug di Balairung Sari Balai Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Walikota Jambi H. Syarif Fasha selaku Pemangku Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi, menyelenggarakan acara Kenduri Adat dan Doa Lepas Cemas yang berlangsug di Balairung Sari Balai Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi, Senin malam (9/1).

Gelaran kenduri adat dihadiri para tokoh adat melayu se-Kota Jambi, yang terdiri dari Ketua dan pengurus lembaga Adat Melayu Kota Jambi, Ketua beserta Pemangku Lembaga Adat Melayu Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Jambi, termasuk turut hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), FKUB, Ormas, serta manajeman hotel Novita.

Acara adat tersebut digelar setelah sebelumnya mendengarkan masukan dari para tokoh adat dan berbagai pihak termasuk ormas karena telah terungkapnya pelaku dugaan penistaan lafazh Allah yang terjadi di hotel Novita Jambi beberapa waktu lalu.

Walikota Jambi selaku Pemangku Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi mengatakan, acara itu dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas terungkapnya pelaku penistaan lafazh Allah disalah satu hotel berbintang di Kota Jambi, selain juga berharap agar Kota Jambi senantiasa dilimpahkan berkah dan rahmat.

"Sesuai adat bersendi syara, syara bersendikan kitabullah, maka hari ini kita lakukan bersama-sama acara adat yang disebut dengan doa lepas cemas atau doa tolak balak agar Kota Jambi senantiasa diberikan berkah dan rahmatNya. Ini sengaja kita lakukan mengingat beberapa minggu lalu kita sempat dihebohkan dengan dugaan penistaan lafazh Allah yang terjadi di salah satu hotel di Kota Jambi. Untuk itu agar tidak terulang kembali, dan menghindari terjadinya perpecahan, kita lakukan temu adat dan doa tolak balak bersama ini," ujar Fasha.

Fasha juga menjelaskan prosesi adat tersebut adalah murni menggunakan dana pribadinya. "Kenduri adat dan doa lepas cemas ini murni dari dana pribadi saya, dan ini adalah bagian dari kewajiban saya selaku Pemangku Adat, jangan ada yang berfikir dibiayai oleh pihak lain," tegas Fasha.

Terkait dengan kelanjutan kasus tersebut, Fasha kembali menegaskan agar masyarakat tetap bersabar dan mempercayai proses hukum yang sedang berjalan.
"Mari kita kawal terus kasus ini, insyaAllah dalam waktu dekat pelaku yang telah ditangkap itu akan rampung pemeriksaannya dan segera dilimpahkan ke pengadilan serta segera diputuskan sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi Drs. H. Azrai Albasyari bergelar Datuk Depati Setio Junjung Peseko, menyampaikan apresiasinya atas tindakan Wali Kota Jambi, yang dinilai cepat dan tanggap dalam menenteramkan situasi, hingga sampai saat ini Kota Jambi masih dalam keadaan kondusif, aman dan damai.

“Kami dari pengurus Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi berterimakasih dan sangat mengapresiasi bapak Wali Kota Jambi selaku pemangku adat yang telah mendorong terlaksananya acara adat ini, hal tersebut turut menciptakan Kota Jambi yang kondusif, aman dan damai," tutur Azrai.

Lebih lanjut ketua LAM Datuk Azrai Albasyari menjelaskan yang dilakukan Wali Kota Jambi sebagai pemangku adat itu sudah sangat tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sebagai pemangku adat beliau telah menjalankan amanah Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi. Hal itu sesuai dengan adat istiadat yang hidup dan berlaku serta berkembang ditengah-tengah masyarakat, yaitu adalah adat yang bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah, syara mengato adat memakai," jelas Datuk Azrai.

Datuk Azrai juga menambahkan bahwa darinya bersama tokoh adat yang lain sepakat untuk menjaga stablitas Kota Jambi pasca kasus penistaan agama, dan menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami lembaga adat, selepas kejadian ini hendaknya bersama kita jadikan pelajaran, mari bersama Kita Jaga Kota Jambi agar tetap konduaif dan serahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian," pungkasnya. (hms/wan)


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /