iklan
Pada awal Mei mendatang,  direncanakan enam gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi akan dibongkar. Pasalnya, tahapan lelang pembangunan gedung baru di lokasi enam gedung tersebut sudah selesai dan tinggal penandatanganan kontrak.

Direktur Umum dan Keuangan RSUD Raden Mattaher Jambi, Agus Sanusi mengatakan, jika kegiatan pembangunan gedung baru yang didanai melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jambi tahun 2013. Namun dia enggan menyebutkan siap pihak pemenang yang akan membangun 6 gedung itu nantinya.


''Saya lupa siapa yang menang. Sekarang ini tinggal penandatanganan kontrak dengan rekanan pemenang proyek yang anggaran totalnya sekitar Rp 45 miliar tersebut,'' katanya ekpada sejumlah wartawan belum lama ini.


''Saat ini kita masih menunggu penyerahan jaminan pelaksanaan dari rekanan. Jika itu sudah dilakukan akan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak,'' tambahnya.


Dia menjelaskan jika enam gedung atau bangunan yang akan dibongkar itu antara lain gedung rawat inap bedah, rawat inap jantung, rawat inap syaraf, rawat inap anak dan kebidanan, rawat inap THT & Mata dan rawat inap Jamsostek. ''Sedangkan untuk aset yang akan dirobohkan itu saat ini sedang menunggu persetujuan penghapusan dari pak Gubernur,'' jelas Agus.


Ditambahkannya, sebelumnya sudah ada tim penilai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi dan konsultan publik yang menilai aset yang akan dirobohkan tersebut. Termasuk untuk melakukan lelang terhadap aset yang masih bisa dimanfaatkan.


''Kalau tidak salah nilai aset yang masih bisa dipakai itu sekitar Rp 100 jutaan. Tetapi itu tergantung apakah ada yang mau mengikuti lelang yang digelar oleh KPKN Jambi,'' ungkapnya.


Sedangkan bangunan baru yang akan dibangun antara lain untuk fasilitas laundry, CMU, rawat inap kelas I, rawat kelas II, CSSD, rehab kantor dan lain-lainnya. ''Total anggarannya dari APBD Provinsi Jambi tahun 2013 itu mencapai Rp 45 miliar. Ini dalam rangka mendukung visi dan misi RSUD Raden Mattaher Jambi menjadi RS pusat rujukan di Provinsi Jambi,'' tegas Agus.


Dia juga menerangkan, jika untuk pembangunan proyek fisik yang didanai anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun 2013 ini sedang dalam proses tender.

''Dengan anggaran mencapai Rp 30 miliar. Dimana dan APBN ini untuk membangun ruang rawat inap kelas III anak dan ruang rawat inap kelas III tahap dua. Totalnya sebanyak 360 tempat tidur,'' ungkapnya. (sumber: jambi ekspres)

Berita Terkait



add images