Ilustrasi.
Ilustrasi. (FIN)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Sebanyak 49 kapal ikan China yang dikawal 6 kapal coast guard kembali memasuki wilayah perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau. Namun mereka berhasil diusir oleh aparat Tentara Nasional Indonesia.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono dalam keterangannya mengatakan tiga KRI yang menggelar Operasi Siaga Purla 2020 melakukan manuver di perairan Laut Natuna Utara. Hal itu dilakukan untuk mengusir 49 kapal ikan China yang dikawal 6 kapal coast guard kembali memasuki wilayah zona ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia pada Sabtu (11/1).

“Mereka kembali masuk ke perairan Natuna Utara untuk menebar jaring dan melakukan ilegl fishing,” katanya dalam siaran persnya, Minggu (12/1).

Dia pun kemudian memerintahkan Komandan KRI masuk di sela-sela kapal-kapal ikan China, demi memecah konsentrasi dan menggangu kapal yang sedang menebar jaring untuk menangkap ikan secara ilegal agar segera keluar dari ZEE Indonesia.

“Pasukan TNI berhasil menghalau kapal-kapal ikan asing tersebut keluar wilayah ZEE Indonesia,” katanya.

Yudo juga menginstruksikan pengendali operasi yang diterima Asisten Operasi Guspurla Koarmada I untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal tersebut. Para petugas diminta memberikan pengertian kepada kapal-kapal pemerintah China yang memberikan pengawalan, semestinya mengetahui aturan dan harus memahami situasi tersebut.

Indonesia dengan China adalah negara yang sama-sama meratifikasi UNCLOS’82. Karenanya harus melaksanakan dan menghormati aturan tersebut secara sungguh sungguh.


Komentar

Berita Terkait

KPK Dapat Rp1 Miliar di Rumah Bupati

Klinik Sekali Suntik Rp230 Juta Dibongkar

Gegara Saling Melirik, Anggota DPRD Baku Pukul Dengan Warga

3 Kasus Korupsi 'Paus' Jadi Ujian KPK Baru

Ketahuan Merokok, 26 Kader PDIP Dijatuhi Sanksi

Kebangetan! Ribut, Bakar Rumah Lalu Pukul Ibu dan Bacok Adik

Rekomendasi