Ilustrasi.
Ilustrasi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) akan menggugat hasil seleksi alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 75 pegawai yang gagal menjadi ASN diberikan surat keputusan (SK) agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan masing-masing.

“Iya (bakal gugat),” kata Faishal dikonfirmasi, Senin (17/5).

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini menyatakan, terdapat tiga alasan ingin mengajukan gugatan SK nonaktif yang diterbitkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Alasan pertama, seharusnya pegawai KPK secara otomatis beralih menjadi ASN sesuai perintah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Alasan kedua, peralihan status pegawai KPK menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai, sebagimana dalam putusan MK terkait judicial review (JR) UU 19/2019 tentang KPK.

Alasan ketiga, SK Pimpinan KPK tentang pemberitahuan pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat menjadi ASN tidak bisa dijadikan dasar menonaktifkan pegawai. Karena TWK bukan dasar untuk melimpahkan tugas dan tanggung jawab.

“Kami sampai hari ini masih berstatus pegawai KPK. Syarat pemberhentian pegawai KPK apabila melanggar kode etik pegawai, mengundurkan diri, pensiun, atau meninggal dunia,” tegas Faishal.

Faishal yang sudah bekerja di KPK sejak 2005 ini mendesak Firli Bahuri Cs untuk tidak sewenang-wenang menerbitkan SK nonaktif pegawai yang tidak lulus menjadi ASN. Dia pun mempersoalkan indikator apa yang dipakai penguji dalam menentukan lulus tidaknya pegawai KPK menjadi ASN.

“Saya dan teman-teman KPK mendesak Pimpinan KPK, para pejabat struktural, dan seluruh pegawai KPK yang masih punya hati nurani dan kejujuran untuk menolak hasil TWK dijadikan dasar ketidaklulusan menjadi ASN,” cetus Faishal.

Sebelumnya, pihak KPK angkat bicara soal polemik 75 pegawai yang diminta untuk menyerahkan tanggung jawab dan tugasnya kepada atasan masing-masing. KPK berdalih, surat keputusan (SK) kepada 75 pegawai KPK itu bukan nonaktif.


Komentar

Rekomendasi