KOMPAK: Personel grub band D’gigs
KOMPAK: Personel grub band D’gigs (IST FOR JAMBIEKSPRES)

JAMBIUPDATE.CO, KEMAMPUAN- bermusik anak-anak Jambi sebenarnya tak bisa dianggap enteng. Mereka punya talenta dan kreativitas tinggi. Itu dibuktikan oleh D'gigs, salah satu grup band yang ada di Provinsi Jambi.

RONI HANDIKA PUTRA, Jambi

Band lokal yang personilnya memiliki hard skill secara otodidak, mandiri dan mampu menorehkan segudang prestasi, siap di kancah nasional maupun internasional.

D'gigs Band namanya.

Digawangi oleh Rama Momon (Drummer), Fajar Eka Yanta Putra (Bassis), Eko Prianseda (Gitaris) dan Eby Sastra Anarki (Vokalis), D’GIGS siap mewarnai blantika musik Jambi, bahkan Indonesia.
Salah satu personil grup band itu, Eby mengatakan, D'gigs terbentuk pada bulan Mei tahun 2021. Meski baru seumur jagung dan termasuk band pendatang baru, sudah mampu menjadi favorite millenials di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, di mana tempat band ini berbasis.

Bergenre pop, penampilan band ini ditunggu-tunggu, setiap akhir pekan, mereka selalu mengisi acara weekend di cafe-cafe, wedding, hingga ghatering.
"Kalau tiap bulan untuk di lokal sudah ada jadwal tiap-tiap event. Panggung band tiap bulannya bisa 10 sampai 15 kali performancenya di cafe maupun di event, dan wedding. Itu di luar panggung solo," kata Eby.

Dalam waktu dekat, D'gigs akan mengeluarkan single yang saat ini masih dalam proses produksi.
Senada dengan Eby, Momonm Sang Drummer, mengatkan, awal terbentuknya band ini berawal dari seleksi player dan vocalis dimana waktu itu formasi awal masih pada Rama Momon di drum dan Fajar pada bass.

"Seiring berjalannya waktu dimana kita membutuhkan gitaris dan vocalis tetap maka saat itu kami mencoba untuk menghubungi Eko untuk gabung bersama kami dan ibarat gayung bersambut Eko pun bersedia gabung di band," terangnya.
Kemudian sambung Momon, waktu itu dirinya bersama Fajar dan Eko masih mencari sosok vocalis yang pantas berada di garis depan.

"Karena waktu itu kami masih memakai vocalis additional atau cabutan dan akhirnya dari informasi salah satu teman kami, menawarkan Eby untuk gabung bersama kami, kami pun mencoba untuk bertemu Eby dan menawarkan hal itu, tanpa basa-basi lagi Eby pun mengiyakan keinginan kami," sambungnya.

Disitu player dan vocalis sudah lengkap tinggal memberi nama band dan menentukan jdwal latihan. Akhirnya atas kesepakatan bersama, band ini diberikan nama dengan D'gigs band yang artinya pertunjukan. Pertunjukan dan suguhan sebuah band.
Rama Momon (44) menjadi personel paling senior. Pria kelahiran Sungai Penuh ini mengawali karirnya sebagai musisi band cafe, pengiring artis, event dan band wedding.

Prestasi dan pengalaman yang pernah diraih yakni, pemenang Best drummer Se - Sumatera tahun 1994 di SMA 2 Padang, Sumatera Barat, kemudian Best drummer festival band Jumpa Musik Kampus (Jamsika) di Universitas Andalas 1995 Se- Sumatra, perform di cafe-cafe Jakarta tahun 2000-2020, dan band pengiring artis di berbagai event-event, serta pernah perfomance di stasiun tv ternama Inbox SCTV.

Fajar Eka Yanta Putra (26), pria kelahiran Siulak Gedang, Kerinci juga memiliki sederet pretasi.
Antara lain musisi band cafe, band pengiring artis, band event dan band wedding. Tak mau kalah dengan Momon, Jeje yang bepengalaman sebagai pelatih Paduan Suara Kampus (PSM) IAIN kerinci 2019 hingga sekarang itu, juga pernah sebagai musisi sanggar Disbudpar Kota Sungai Penuh 2017 - 2021 lalu.

Prestasi yang pernah ditorehnya selama bergelut di dunia seni musik diantaranga, sebagai Juara 1 festival Andalas FM 2015, The best bassis Festival andalas FM, Juara 2 festival Festival band pentas seni BEM AMIK 2015, The best bassis Festival band pentas seni BEM AMIK 2015 dan sederet prestasi lainnya.

Personel ketiga bernama Eko Prianseda (30), pria kelahiran Tanah Kampung, posisi Gitaris, jebolan mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Padang (UNP), yang bisa juga disebut sebagai personil multi talent yang bisa memainkan sejumlah alat musik berupa, gitar, piano, biola, dan drum.

Ia juga pernah sebagai musisi band cafe, wedding, dan event lainnya, selaku pelatih sanggar seni Kota Sungai Penuh, arranger musik, pelatih dan guru musik piano, biola dan gitar.

Selain menggeluti seni, pria tampan ini juga sebagai seorang pengusaha, jabatannya selaku Owner @Berasayahkerinci dan Owner @classicstudioband.
Prestasinya tidak tanggung-tanggung yang sering menjuarai ajang festival band dan menjadi gitaris terbaik daerah dan Provinsi Jambi diantaranya, pernah Juara 1 GWBN ajang musik tradisional expo Jakarta 2017 sekaligus sebagai arranger musik tersebut.

Kemudian, juga keluar sebagai Juara 1 Festival Band Padang Fair Tahun 2012, Juara 1 Festival Band Muara Bungo 2013, Juara 1 Festival Band Hijau Daun Band Kota Sungai Penuh, Juara 1 IMPPS Sumbar Cup Music Festival 2008, Juara 2 Festival band GASA se- Sumatera 2009, dan Juara 2 Win Mild Music Festival Pariaman 2011.

Sementara Sang Vokalis, Eby Sastra Anarki (27), dijuluki sebagai Virzha Kerinci. Lahir di Desa Ujung Pasir, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci ia merupakan alumni Jurusan Perbankan Syariah IAIN Kerinci.

Selama menggeluti dunia tarik suara, beberapa pengalaman dan prestasi yang didapat diantaranya pernah beberapa kali mendapatkan juara.

"Juara 1 festival band sekaligus best 1 vokalis terbaik, juara 1 festival lagu daerah kerinci, juara 1 festival lagu pop di merangin. Juga pernah menjadi juara harapan 1 di festival lagu di tingkat nasional mewakili kampus," katanya, kepada koran Jambi Ekspres saat dikonfirmasi via pesan WhatsApps.

Tidak berhenti disitu, dirinya juga pernah mengikuti lomba-lomba tarik suara, dan sudah berpartisipasi di berbagai acara-acara sebagai bintang tamu.

"Selama setahun terakhir, saya bergabung dengan D'gigs band, kita tidak membatasi di acara-acara apa kita performa. Di cafe, wedding, event-event kantor, acara rumahan, semua kita ikuti," sampainya.

Selain bernyanyi, pria yang bersuara khas ini juga aktif bekerja di bidang lain dan mandiri, seperti halnya sebagai barista di salah satu Coffee Shop di Kerinci dan juga aktif di Wedding Organizer, dan juga pemuda Ujung Pasir ini aktif di dunia kepemudaan.
Suka dan duka sebagai musisi, mungkin segelintir orang sering beranggapan dan memandang sebelah mata profesi tersebut. Padahal sebaliknya, dengan musik hidup lebih berwarna dan bergairah.

"Tidak menutup kemungkinan sebagai musisi kita juga bisa melakukan kegiatan berbisnis lainnya dan musik sebagai penyeimbangnya," kutipan dari sang vokaslis yang namanya disingkat ESA gondrong.
Ditambahkan Esa Elang, bagian terakhir ini merupakan bagian promosi dan perkenalan lebih jauh dengan personil D'gigs. Untuk para fans dan penggemar, bagi yang masih penasaran dengan masing-masing personil silakan di follow akun media sosial ini.

"Tak kenal maka tak sayang, Instagram @esaelang_, @ramamomon, @eko_prianseda, dan @fajareyp atau @gigsbandofficial. Salam pertunjukan," tutupnya.(*)


Komentar




add images