Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Terkait kasus kredit fiktip yang terjadi di Bank Mandiri KCP Sumber Agung Tebo dengan kerugian Rp 8,8 miliar, masyarakat diminta untuk hati-hati dalam mengajukan kredit ke bank.
Hal ini disampaikan oleh pengamat Ekonomi Jambi, Yohanes. Kata Dia, berbagai alasan yang menyebabkan kejadian penipuan bisa terjadi pada masyarakat. Faktor pertama adalah kurangnya kehati-hatian masyarakat. Masyarakat kerap kali meminta segala urusan terkait pengajuan kredit dan lain sebagainya dilakukan dengan cepat. Bahkan ada beberapa yang memiliki kelebihan materi sering meminta bantuan dari pihak lain.
“Masyarajat jangan gampang tergiur dengan tawaran dari berbagai pihak yang katanya bisa membantu proses lebih cepat dan memberikan kemudahan lainnya. Intinya biar aman semua harus ikuti aturan dan prosedur saja,†terangnya.
Tambahnya, melihat kasus yang sedang terjadi saat ini masyarakat tidak bisa langsung memvonis semua bank sama. “Tidak bisa dipukul rata, semua bank ada pengawasan eksternal dan internalnya,†terangnya.
Kuncinya, agar masyarakat terhindar dari penipuan dan segala tindakan criminal seperti ini adalah menerapkan prinsip kehati-hatian dan mengikuti proses dengan benar.
“Jangan cepat percaya sama orang. Banyak masyarakat kita yang mengalami masalah ini adalah menengah ke bawah. Dasarnya mereka tidak mengerti prosedur pengurusan pengajuan kredit, mintalah urus dengan pihak lain. Tanpa cross cek lagi langsung menyetujui semua kesepakatan,†jelasnya.Â
Pengamat ekonomi Jambi ini menganjurkan kepada masyarakat atau nasabah jika melihat dan mengalami keanehan dalam proses pengurusan dengan industry keuangan sebaiknya melapor ke OJK.
“Menurut saya salah satunya media massa juga sangat efektif sebagai media untuk edukasi selain itu sangat perlu untuk hearing langsung ke masyarakat,†tegasnya. (yni)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com