Terlihat Iwel bersama bupati Kerinci.

Masih Ingat Dengan 2 TKI Asal Kerinci yang Nyaris Dihukum Gantung di Malaysia, ini Dia Nasibnya Sekarang

Posted on 2018-04-11 08:56:21 dibaca 1717 kali

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Pada Tahun 2014 silam, Dua pemuda asal Desa Sungai Betung, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, bernama Iwel dan Riko, terancam hukuman gantung di Negeri Jiran, Malaysia.

Iwel dan Riko bekerja sebagai petugas keamanan di Mesjid Al-Azim Malaysia, mereka tersandung kasus pemukulan yang menyebabkan korban meninggal dan divonis hukuman gantung.

Namun, dalam persidangan di Pengadilan Makahmah Sesen 2 atau Pengadilan Ampang Selanggor, Malaysia, keduanya dinyatakan tidak terbukti sengaja membunuh korbannya. Hakim hanya menjatuhkan hukuman penjara, selama 18 bulan penjara kepada keduanya.

Setelah hampir Empat Tahun kisah Dua TKI asal Kerinci tersebut berlalu, salah satu dari mereka yakni Iwel bersama orang tuanya terlihat hadir pada kampanye dialogis pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kerinci nomor urut 2, Adirozal-Ami Taher, pada Selasa (10/4), di Kayu Aro. Bahkan, mereka sempat naik ke atas panggung. 

Dalam kesempatan tersebut, orang tua dari Iwel menyebutkan bahwa Calon petahana Bupati Kerinci, Adirozal, disebut sebagai pemimpin yang peduli dengan rakyat.

Dikatakan orang tua Iwel, bahwa terbebasnya dua pemuda asal kerinci dari hukuman berat, tentu tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah kepemimpinan Adirozal sebagai Bupati, yang secara terus menerus memberikan bantuan hukum. "Selain doa kami kedua orang tua, peran Bupati Kerinci Adirozal juga membuat mereka akhirnya bisa lepas dari hukuman mati," ujarnya.

Diatas panggung tersebut, orang tua Iwel juga secara langsung menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Adirozal yang telah membantu membebaskan anaknya Iwel dan Riko. 

"Kami tidak tahu lagi harus bagaimana caranya berterima kasih kepada Pak Adirozal, beliau merupakan pemimpin yang peduli dengan rakyatnya. Pak Adi juga pemimpin yang tidak bisa melihat penderitaan dan kesusahan rakyatnya," ungkap orang tua Iwel sambil menangis. 

Menanggapi pernyataan tersebut, Adirozal berpesan kepada Iwel untuk tidak lagi berangkat ke Malaysia. Menurut Adirozal, saat ini di Kerinci sudah banyak lahan untuk mata pencarian. 

"Baik-baik lah di Kerinci nak, jangan lagi berangkat ke Malaysia. Sekarang sudah banyak lahan untuk mata pencarian di Kerinci, kita bisa bertani di Kerinci," kata Adirozal sambil memeluk Iwel, yang ikut naik ke atas panggung.

Untuk diketahui, Riko dan Iwel didakwa melakukan pembunuhan dan pemalsuan dokumen. Riko dan Iwel yang bekerja sebagai petugas keamanan (Security) di Masjid Al-azim, Jalan Pandan Indah, Kuala Lumpur, dituduh melakukan pembunuhan terhadap Syahreza Fausi, yang karena ketahuan mencuri uang di dalam kotak amal masjid.(*/adi)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com