Kepala Rutan Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, Riau, Azhar. (Virda Elisya/JawaPos.com)

Azhar Merayakan Idul Fitri di Penjara Selama 22 Tahun

Posted on 2018-06-15 19:11:08 dibaca 2071 kali

JAMBIUPDATE.CO - Selama 22 tahun menjadi seorang abdi negara di Kementerian Hukum dan HAM bagian pemasyarakatan, Azhar tak pernah lagi merasakan bagaimana nikmatnya suasana berkumpul dengan keluarga saat lebaran Idul Fitri.

Mau tidak mau, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Rutan Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, Riau, ini harus berlebaran di dalam penjara bersama dengan warga binaan. Ia terpaksa meninggalkan keluarganya demi menjalan tugas yang diembannya.

"Kami tidak dapat menikmati seperti kawan-kawan yang lainnya. Kami standby memberikan pelayanan kepada warga kantor, pukul 5 pagi kita buka pintu sel mereka dan yang muslim diarahkan salat Idul Fitri,"ujar Azhar pada Rabu (13/6).

Azhar menyebut, saat dia menjadi pegawai negeri sipil di Kemenkumham, otomatis ia pun dikontrak seumur hidup untuk bekerja di Lapas maupun Rutan. "Itu juga kita kasih tau kepada anak-anak yang baru saja diterima sebagai pegawai, tidak ada yang namanya libur, tidak ada yang namanya baju lebaran, baju kita adalah baju seragam. Justru makin lebaran kita makin gak libur," sebutnya.

Tentunya, banyak hal yang dirindukan Azhar pada saat momen lebaran tiba. Meskipun kampung halamannya masih berada di wilayah Provinsi Riau yaitu Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Namun dirinya tak bisa kembali kesana."Udah 22 tahun tidak kembali ke kampung dan mungkin sampai pensiun. Sedih lah, 22 tahun tidak salaman dengan orang tua," tuturnya.

Kesedihan Azhar semakin memuncak saat mengetahui ibunya saat ini dalam kondisi kritis. "Orang tua saya sudah uzur, umurnya 80 tahun. Makanya beberapa hari lalu saya sempatkan menjenguk orang tua walaupun hanya sebentar. Jujur saya risau," ungkapnya.

Selama puluhan tahun bertugas, Azhar memang mendapatkan cuti dari tugasnya. Akan tetapi, cuti itu selalu hangus lantaran dirinya mementingkan kewajibannya. "Suka terbentur ya, suka dukanya ketika kita dapat libur anak kita udah masuk sekolah. Artinya kita gak dapat libur juga. Dari 22 tahun kerja, hanya satu atau dua kali aja ambil cuti," jelasnya.

"Setelah itu hangus aja cutinya, apalagi setelah jadi pimpinan di Rutan ini. Pikiran kita gak konsentrasi lagi, bagaimana supaya gak ada yang lari, gak ada yang nyelip, bagaimana makanan tersedia dengan cukup, bagaimana kita berikan layanan kepada keluarga warga binaan," tambahnya.

Azhar mengenang, selama 22 tahun itu, ia sudah tak pernah lagi sungkeman dengan orang tuanya lagi. "Yang paling dirindukan suasana berkumpul saja, karena orang tua yang paling di tuakan, itu sanak tetangga mereka datang semua ke rumah kita. Istilah kampung kami nyembah. Semuanya datang sebelum orang salat sekitar pukul 05.00 WIB. Sejak jadi pegawai saya tidak tau lagi bagaimana suasananya," lanjutnya.

Di saat lebaran itu, orang tua Azhar akan menyediakan sajian wajib yang hanya ada saat lebaran yaitu dodol, wajik dan ketupat. "Padahal buatnya lama, tapi tetap buat, ada juga lontong, itu setiap hari lebaran. Juga naik becak keliling kampung. Kalau malam hari itu terang di pasang lampu colok. Ya itu kangen tapi kita lebih mentingkan tugas," kenangnya.

(ica/JPC)

Sumber: www.jawapos.com
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com