Pilih Mengungsi. Warga bersama tim search and rescue terus melakukan pencarian dan mengevakuasi korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Rabu, 15 Juli. (HARIANDI HAFID / AFP)
JAMBIUPDATE.CO, MASAMBA-- Roda ekonomi dan pelayanan pemerintahan di ibu kota Kabupaten Luwu Utara masih lumpuh. Pelayanan dan sektor ekonomi tidak bergerak stabil.
Kemarin, pelayanan di kantor-kantor pemerintahan belum pulih. Para pejabatnya dan staf di seluruh instansi masih sibuk evakuasi pasca bencana. Khawatir ada bencana susulan. Bahkan, seluruh relawan dan warga masih mencari tempat lebih aman.
Melalui pesan WhatsApp, ia mengatakan, banjir susulan dikhawatirkan terjadi. Apalagi, air sungai Masamba, Rongkong dan Radda tak kunjung surut. "Mohon doanya agar kami semua dilindungi," ungkapnya. Situasi terasa mencekam. Seluruh aktivitas dihentikan sementara.
Semua warga dan relawan harus mencari tempat yang lebih aman. "Kami masih berkemas sekarang. Setelah ini baru ke lokasi yang lebih aman," imbuhnya. Sementara itu, warga Kecamatan Malangke, Muh Fauzan mengatakan, seluruh warga sudah mengungsi.
Sebab, daerah paling rawan terkena dampak. Sebab, aliran sungai Rongkong dan Sungai Masamba bermuara di Malangke.
"Malangke dan Malangke Barat ini sangat rawan. Apalagi sejak tahun 2008, aliran sungai Rongkong sudah meluap ke Desa Limbung Wara. Bahkan ada satu dusun di sana terisolasi sampai sekarang. Penduduknya sudah meninggalkan desa itu," katanya.
Hingga kemarin, perputaran ekonomi di Masamba masih ada yang buka. Pasar mulai beraktivitas. Perbankan tetap jalan. Hanya saja, BRI, BNI, dan Bank Mandiri yang terdampak. Semuanya tutup. Hanya Bank Sulsel yang buka.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, mereka korban banjir bandang. Jadi (ASN) fokus ke keluarganya dahulu. Sebagian ada yang mengungsi. Termasuk dirinya. Ikut mengungsi.
Sejauh ini, kata dia, ada 56 orang hilang. Kemudian, 19 orang (tadi malam sudah 21 orang) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Masih ada 37 orang belum ditemukan.
"Tim masih terus bergerak melakukan penyisiran untuk mencari korban," Katanya.
Pantauan kemarin, roda ekonomi di Masamba belum sepenuhnya pulih. Hanya 50 persen. Sejumlah pedagang masih berjualan. Hal ini dikarenakan, sebagian wilayah di Masamba masih ada yang tidak tersentuh banjir bandang.
Di beberapa daerah juga terlihat masih terisolasi. Seperti di Desa Maipi, Dusun Bone, Desa Radda, dan Desa Meli. Bahkan, jembatan yang menghubungkan Desa Kamiri, dengan Desa Baloli putus. Tiga jembatan gantung ambruk. Juga, badan jalan tertutupi material longsor. Di daerah Maipi. Adapun di Desa Meli belum ada akses jalan seperti biasanya. (fik-rid/abg/fajar)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com