Syafril Risau Karena Ada Laporan Pelajar Putus Sekolah

Posted on 2020-10-19 16:24:29 dibaca 3091 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Tak sekedar persoalan susahnya signal dan akses internet di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi yang membuat pelajar terkendala untuk belajar secara online. 

Bahkan, Ketua Lembaga Adat Desa Muara Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Mustafa Kamal menemukan adanya sejumlah pelajar SD dan SMP yang ia sebut sama seperti putus sekolah carena situasi Covid 19. Hal itu sampaikan Mustafa kepada Syafril Nursal saat silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat Muara Pijoan.

Apalagi, kata Mustafa, untuk siswa dan pelajar yang orang tuanya tidak punya telepon genggam pintar dan paket data internet tentu tidak bisa mengikuti kegiatan belajar online. Bahkan sebagian diantaranya sudah bekerja. "Sayo memandang sekarang ini, banyak sayo jalan, sudah (ado yang) putus sekolah. Kareno orang tuonyo menasehati dio dak mau ikut. Belajar dio dak punyo hp. Akhirnyo dio main main bae begitu. Kebanyakan itu kelas 5, 6 (SD) 1, 2 SMP. Kabayakan putus sekolah bagi sayo. Bahkan sudah ado yang kerjo anak-anak yang begitu. Kareno Pada saat covid ini dio mau belajar hp dak punyo. Hp, kuota dak punyo akhirnyo terserah bae. Akhirnyo mulai kelas 5 kelas 6 kelas 2 SMP itu sudah banyak bagi sayo itu lah putus sekolah. Bahkan ado yang sudah kerjo, ado yang kerjo ikut (angkutan) batu bata. Ikut ngambek kayu. Apo bae kerjo kasar, sudah banyak, sudah ikut," ucapnya.

Syafril cukup kaget mendengar hal itu. Ia mengatakan sangat risau dan prihatin dengan kondisi tersebut. Karena pendidikan adalah kebutuhan dasar yang wajib yang didapatkan oleh seluruh masyarakat Jambi.

"Maka ini pemikiran kita, jika terpilih nanti inilah yang menjadi perhatian pertama. Kalau tidak, kita akan lost generasi. Kita akan kehilangan generasi. Insya Allah itu sudah menjadi pikiran saya," ucapnya.

Syafril menegaskan akan serius menyelesaikan persoalan ini. Bahkan ia mengatakan sudah menyiapkan langkah-langkah untuk percepatan penanganan persoalan tersebut. Apalagi kata Syafril, terkait dengan pendidikan yang berkualitas, seperti peningkatan kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan dan kualitas pendidikan serta lain sebagainya terkait peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi merupakan salah satu prioritas utama ia bersama Fachrori.

"Itu menjadi kerisauan saya. Karena betul-betul risau sekali. Karena saya belum mengatakan banyak yang berhenti, tidak sekolah. Tapi saya baru mengatakan tidak bisa belajar. Tapi faktanya seperti itu tadi. Kemarin saya berjalan ke Tanjung Jabung Timur itu begitu, (mengatakan) kita akan lost generasi ini. Insya Allah nanti akan menjadi pemikiran serius bagaimana mengatasi ini," tambahnya. (*/wan)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com