Ilustrasi.

BMKG Perkirakan Awal Juli Akan Kembali Mengering

Posted on 2021-06-28 09:29:59 dibaca 4220 kali

JAMBIUPDATE.CO, SIDOARJO – Curah hujan yang kerap terjadi dalam dua pekan ini membuat sejumlah wilayah di Sidoarjo sempat tergenang. Misalnya di Jalan Raya Juanda dan di Desa Agung Kecamatan Sedati. Padahal Juni masih dalam musim kemarau.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan curah hujan terjadi pada musim kemarau ini. Di antaranya menghangatnya suhu muka laut lokal di selatan Jawa-Nusa Tenggara.

“Hal tersebut berkontribusi terhadap adanya peningkatan uap air di atmosfir,” katanya Minggu (27/6).

Di samping itu juga dipicu oleh siklus gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah dan gelombang Rossby Ekuator yang menunjukkan adanya aliran massa udara pemicu hujan. Tak hanya itu juga ditambah dengan menghangatnya suhu muka laut lokal di perairan barat Sumatera.

Teguh mengatakan, jika hal tersebut memicu adanya pusat tekanan rendah di peraiaran dekat Sumatera-Jawa yang berakibat pada terjadinya pemusatan aktivitas awan konvektif. “Jadi ketiganya menjadi pemicu mengapa ada hujan di musim kemarau,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Teguh, dari monitoring musim kemarau yang dilakukan pada dasarian dua Juni lalu, diketahui jika kemarau umumnya terjadi sejak dasarian tiga April lalu. Hal tersebut dapat terlihat di hampir seluruh wilayah Jawa Timur.

Meski begitu, seiring dengan meluruhnya fenomena MJO dan gelombang Rossby Ekuator, pihaknya memprakirakan pada awal Juli mendatang akan kembali kering. Pihaknya pun akan terus melakukan pemantauan terkait hal tersebut.

“Terutama jika ada anomali kemarau yang berpotensi terjadi dalam waktu yang panjang, kami tentu akan sampaikan,” jelasnya. (far/opi)

Sumber: www.jawapos.com
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com