Helrawaty Terpilih Sebagai Anggota Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit

Posted on 2022-04-07 14:54:12 dibaca 9118 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Mengenal AKP Helrawaty Siregar, Kasi Humas Polresta Jambi, yang bergabung dalam sebuah pasukan khusus mengusung operasi perdamaian dunia, tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Itulah yang bakal dilakoni oleh AKP Helrawaty Siregar, Kasi Humas Polresta Jambi. Seperti apa ceritanya?

Helrawati, dikenal baik, bersahaja, namun tegas. Itulah kesan yang ditemui pada diri AKP Helrawaty Siregar, Kasi Humas Polresta Jambi.

Dia terpilih menjadi anggota salah satu pasukan standby force yang siap diberangkat kan ke daerah misi Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU).

Helrawaty, menjadi satu-satunya Perwira Polwan dari Polda Jambi, yang diutus dalam operasi perdamaian dunia. Saat ini, Helrawaty sedang menunggu jadwal Latprapgas, dan sudah menjadi peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-67.

Sebagai kilas balik sepak terjang Perwira Polwan berdarah batak, kelahiran Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara, 11 Maret 1979 silam itu, layak mendapat tugas perdamaian dunia yang berada di bawah naungan PBB.

Kepada koran Jambi Ekspres, Herlrawaty mengatakan, selama sembilan tahun bergelut di dunia Reserse, saat bertugas di Banda Aceh, tsunami mengajarkan ia betapa berarti dan singkatnya hidup ini, sayang bila diisi dengan hal-hal yang biasa-biasa saja. Hal itu semakin memantapkan tekad ibu dari 4 anak ini, untuk menjalankan misi perdamaian dunia.

"Bersama pasukan dari seluruh Polda mengirimkan anggota terbaiknya setelah lulus seleksi yang ketat se-Indonesia yang akan melaksanakan tugas selama 1 tahun penuh di daerah misi, dan selama enam bulan menjalani latihan pra penugasan (Latpragas)," kata perempuan yang juga ahli dalam ilmu bela diri ini.

Tekad untuk membantu orang lain yang berada di tengah konflik, menjadi motivasi dan semangat Helrawaty untuk mengikuti seleksi, dan siap untuk diberangkatkan tugas selama satu tahun penuh di negara mana saja yang membutuhkan kehadiran FPU.

"Niat dari awal memang ingin bantuin semua orang, apalagi saat konflik, itu hal yang paling menyedihkan, dan melalui Polri diberi jalan dan kesempatan, dengan di bawah naungan PBB, kita tinggal siapkan fisik, mental, otak dan hati," ujar Helrawaty.

Kemudian, Helrawaty sendiri akan mengemban tugas sebagai Duty Officer, selama berada dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU).

Dukungan kuat dari sang suami, dan keempat anaknya, menjadi fondasi kuat bagi Polwan berpangkat AKP ini, untuk menjalankan tugas dunia.

Menurutnya, semua orang hidup memiliki impian-impian besar, dan masuk dalam satuan khusus misi kemanusiaan dunia menjadi doa dan harapannya, selama hidup di dunia.

"Saya berharap Illahi Robbi, memperhitungkan yang saya lakukan di daerah misi, saat saya dihisab kelak. Di umur saya yang tidak lagi muda, anak saya sangat mendukung, malah mengingatkan untuk menjaga fisik, mereka ajak lari, katanya biar bisa bantu orang, jangan jadi beban orang, mama harus kuat begitu juga dengan suami, meski ada pembicaraan yang panjang, Alhamdulillah saya dapat izin," tuturnya.

Sejak kecil, Helrawaty sudah bercita-cita menjadi anggota Polisi. Setelah dinyatakan lulus pada 1998, penugasan pertama Helrawaty berada di Aceh Besar, Aceh saat itu dirinya tergabung dalam dunia reserse.

Berbagai pengalaman, didapatkannya sela bertugas disana, terlebih, saat itu, situasi di Aceh sedang mencekam. Tidak ada kamus rasa takut di dalam hidupnya.

"Saya cuma takutnya kepada Allah SWT. Tantangan menjadi kenikmatan sendiri bagi saya dalam mengemban tugas sebagai Polwan, dan hampir seluruh operasi di Aceh, pernah saya ikuti, mulai dari, Operasi Rencong pertama hingga ketiga, dan Operasi Cinta Meuasah ke satu hingga ketiga," sampainya.

Tidak hanya itu, dirinya juga pernah sampai melihat dan mengevakuasi mayat, saat bertugas di Aceh. Itu sudah menjadi hal biasa bagi dirinya. Penangkapan yang menegangkan membuat adrenalinnya bertambah.

"Saya tidak pernah takut, sedikit pun, adanya sedih, terlebihnya saat itu tugas di Aceh itu lagi parah-parahnya. Pesan saya, kepada seluruh wanita di Indonesia, bahwa wanita juga harus melakukan yang terbaik dalam hidupnya.

"Get Out From Your Comfort Zone,girls Do The Best In Your life because The Best Human are those who are useful to other humans, believe you can do it. Artinya, setiap wanita harus keluar dari zona nyamanmu, lakukan yang terbaik dalam hidupmu, karena manusia terbaik adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya, yakin kamu bisa lakukan itu," tutupnya. (rhp).

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com