Tim Dokter saat mengecek kesehatan hewan di Batanghari beberapa waktu yang lalu.   

Ratusan Ternak Diserang Penyakit Baru

Posted on 2022-11-01 20:34:16 dibaca 5503 kali

 

JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI- Baru selesai diserang penyakit mulut dan Kuku (PMK), kini peternak di Kabupaten Batanghari kembali diserang penyakit yang lebih berbahaya. Bahkan menular yakni Septicemie Epozootica (SE) atau sering disebut penyakit mengorok. Selasa (01/11).

Penyakit ngorok yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella sp. Hewan sehat akan tertular oleh hewan sakit atau carier melalui kontak atau melalui makanan, minuman dan alat-alat tercemar.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari mencatat, saat ini ada 361 ekor hewan ternak milik warga didua kecamatan yang terjangkit virus septicemia epozootica dan mengalami situasi keadaan mengorok.

Penyakit ini sering menyerang kerbau, bersifat akut dengan kematian tinggi dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Hasil yang diperoleh adalah Kerbau yang terindikasi terjangkit penyakit SE akan menunjukkan gambaran gejala klinis berupa peningkatan suhu tubuh, respirasi, pulsus/denyut jantung, hewan berbaring, timbul leleran dan anoreksia.

Akibat penyakit tersebut, 21 ekor diantaranya mati. Penyakit septicemia epozootica atau biasa disebut penyakit mengorok saat ini sangat menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Batanghari, karena sudah mulai menyerang hewan ternak warga, seperti yang terdata di Dinas Perkebunan dan Peternakan Batanghari ada sebanyak 281 ekor hewan ternak warga yang terjangkit penyakit tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari drh. Tuanku Hafiq mengatakan, penyakit mengorok ini tersebar didua kecamatan, diantaranya Kecamatan Maro Sebo ulu dan Kecamatan Muara Tembesi

"Tepatnya di Desa Rengas Sembilan dengan jumlah hewan yang terserang 30 ekor dan didesa Teluk Leban sebanyak 280 ekor. Sedangkan di Kecamatan Muara Tembesi di Desa Rambutan Masam sebanyak 30 ekor dan di Desa Pulau sebanyak 21 ekor, dan penyakit ini lebih dominan menyerang hewan ternak jenis kerbau," terang drh. Tuanku Hafiq.

Sementara itu, akibat dari penyakit tersebut, 21 ekor hewan dinyatakan mati dan 30 ekor dilakukan pemotongan bersyarat.

"Penyebab penyakit ini sendiri dikarenakan masih banyaknya hewan yang dilepas liarkan. Kendala pengobatannya sendiri yaitu, pihak dinas masih kekurangan ketersediaan obat-obatan dan petugas penyuluhan," tutupnya. (rza)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com