JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi tengah menyusun buku detil petunjuk pembelajaran adat untuk diterapkan di Sekolah Provinsi Jambi. Hal ini merupakan lanjutan dari telah rampungnya buku induk muatan lokal adat.
Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, buku detil petunjuk disusun agar menyesuaikan pembelajaran dengan tingkatan siswa.
Seperti SD-SMP lebih (difokuskan) budi pekerti, dan SMA Kajian adatnya lebih diperluas," katanya kepada Jambi Ekspres.
Untuk mematangkan hal itu, Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengatakan akan dibentuk tim yang melibatkan guru per jenjang tingkatan. "Apa kira-kira mata pelajaran dari sisi adat yang bisa diambil dari buku induk itu, sekarang sedang kita susun timnya," ujar mantan Gubernur Jambi ini.
HBA yang bergelar adat Datuk Tumenggung Putro Jayodiningrat ini menambahkan jika selama ini yang menyusun buku induk adalah profesor-profesor maka dalam buku ini kita mulai libatkan guru SD hingga SMP. "Karena mereka lebih dekat mengetahui mana yang pantas kita ajarkan ke anak-anak," terangnya.
Sedangkan untuk dipelajari di tingkat perguruan tinggi S1 hingga S3, kata HBA, tak jadi masalah untuk jadi mata kuliah.
Harapannya, kata HBA pada Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi 6 Januari LAM bisa dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk penerapan mulok pelajaran adat di sekolah. "Apakah MoU dengan Dinas Pendidikan atau juga dengan Bupati/Walikota , kami minta petunjuk gubernur agar pelajaran ini bisa dilakukan di kabupaten/kota setiap Provinsi Jambi," ucapnya.
Sebelumnya pada 3 November juga telah diadakan kegiatan Seminar Nasional Buku Muatan Lokal (Daras) Adat Melayu Jambi. Yang diikuti seluruh rektor kampus di Jambi dan undangan lainnya.
Pada kegiatan seminar tersebut dilakukan pembedahan buku yang berjudul "Adat Melayu Jambi". Buku ini disusun oleh seluruh pengurus LAM Jambi.
Buku yang berjudul Adat Melayu Jambi di harapkan kedepan menjadi panduan dan pegangan oleh guru dan dosen di Jambi dalam memberikan pengetahuan kepada murid dan mahasiswa/i nya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Jambi Abdullah Sani yang bergelar Paduko Agung Mulyo Agamo, memberikan apresiasi kepada LAM Jambi yang telah menggelar acara ini.
Dengan mengangkat tema Hilang Adat Hilang Harga Diri, Hilang Harga Diri Hilang tua, Hilang Tua Hilang Berkah, Sani menjelaskan, kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat nilai sosial, budaya dan adat semakin asing di rasakan dikalangan generasi muda sekarang.
"Pemuda hari ini menggambarkan bagaimana kedepannya, sekarang banyak generasi yang tidak mau tau apa itu adat dan bagaimana caranya kita memberikan edukasi agar generasi kita tetap menaati adat yang ada," ucapnya.
Sani pun memberikan semangat untuk terus optimis tidak meragukan semangat mengedukasi masyarakat dalam memegang teguh nilai-nilai budaya.
"Adat sudah tergeser dengan teknologi yang berkembang pada saat ini dan kita juga tidak mungkin mampu menutup semua pengaruh yang datang dari luar," akunya.
Dia pun mengajak terus mempertahankan adat ditengah kemajuan teknologi dan ditengah mudahnya pengaruh budaya luar masuk.
Sani juga mengaskan pelanggaran-pelanggaran aturan adat, harus dengan tegas ditolak.
"Mari kita wariskan adat istiadat yang ada kepada anak, cucu kita melalui pendidikan formal dan non formal", pungkasnya. (aba)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com