NEWS in DEPTH: Kursi DPR RI Dapil Jambi, Para Incumbent Dapat Penantang Serius 

Posted on 2023-05-13 11:42:03 dibaca 3774 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Perebutan kursi DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi pada Pemilu 2024 akan berlangsung sangat kompetitif. Soalnya peluang antara petahana dan penantang sama-sama terbuka untuk duduk sebagai legislator di Senayan. 

Terlebih sejumlah nama besar sudah memastikan untuk bertarung sebagai penantang petahana. Sebagian dari mereka adalah kepala daerah aktif dan ada juga yang merupakan mantan kepala daerah. 

Diinternal partai Golkar misalnya, petahana Hasan Basri Agus (HBA) dan Saniatul Lativa akan berhadap-hadapan dengan Cek Endra mantan Bupati Sarolangun dan Asafri Jaya Bakri (AJB) mantan Walikota Sungai Penuh. Peluang mereka sama-sama terbuka karena memiliki basis dan dukungan yang besar, termasuk modal sosial maupun kapital. 

Persaingan alot juga terjadi di internal PDI Perjuangan yang memiliki banyak Celeg potensial. Ihsan Yunus yang merupakan kandidat petahana mendapat tantangan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Edi Purwanto yang juga Ketua DPRD Provinsi Jambi. 

Selain Edi Purwanto, nama lain yang menjadi penantang adalah Ratu Munawaroh istri mendiang mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. Tidak ketinggalan nama Safrial mantan Bupati Tanjab Barat dua periode dan pengusaha muda Guntur Muchtar.

Kemudian Sutan Adil Hendra (SAH) dari partai Gerindra juga mendapat tantangan dari Rocky Candra dan Harifar Syafar. Kedua penantang ini sama-sama berpeluang karena memiliki basis maupun pengaruh di internal partai. 

Begitu juga dengan PAN, petahana H Bakri yang sudah beberapa kali melenggang ke Senayan akan bersaing dengan Adi Rozal Bupati.

NasDem juga tidak kalah seru, Hasbi Ansori terancam tergeser dari Senayan karena harus berhadapan dengan Walikota Jambi Sy Fasha dan Nuzran Joher mantan anggota DPD RI. Begitu pula dengan Zulfikar Ahmad yang bakal di tantang oleh mantan Kapolda Sulteng, Irjen Pol (Purn) Syafril Nursal dan Syamsurizal. 

Tidak hanya diinternal, persaingan juga bakal terjadi antar partai politik. Ada PKB, PKS, PPP, Perindo dan beberapa partai lain yang memiliki banyak Caleg potensial sebagai pendulang suara. 

Terlebih PKB yang pada Pemilu 2019 lalu berhasil mendapatkan 1 kursi parlemen di Senayan. Hanya saja Sofyan Ali yang merupakan kandidat petahana batal bertarung kembali karena telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap RAPBD Provinsi Jambi. 

Pengamat politik, Pahrudin mengatakan Pemilu 2024 merupakan pertandingan terbuka bagi calon legislator Senayan. Karena ada banyak kandidat potensial yang maju, baik petahana maupun penantang. 

"Bulan Februari kemarin kami riset, memang dari nama-nama yang muncul membauat pertarungan jadi akan sangat kompetitif. Semua adalah figure yang sudah dikenal," ujarnya, Jumat (12/5) kemarin. 

Menurutnya, nama-nama seperti HBA, Zulfikar Ahmad, H Bakri, Sutan Adiln Hendra, Ihsan Yunus dan petahana lainnya memiliki basis masa jelas. Begitu juga sebaliknya, penantang seperti Cek Endra, AJB, Edi Purwanto, Ratu Munawaroh, Sy Fasha, Syafril Nursal juga memiliki strong voters. 

"Mereka ini memiliki magnet yang besar terhada pemilih di Jambi. Meskipun petahana memiliki potensi lebih untuk terpilih kembali," katanya. 

Karena potensi itu, masing-masing partai menaikan tergetnya, dari 1 menjadi 2 kursi dan dari 2 menjadi 3 kursi. Itu artinya kompetisinya sangat terbuka, karena kouta kursinya tetap kompetitornya bertambah. 

 

"Sehingga kompetisinya bisa dikatakan perang bintang. Dimana Tokoh-tokoh potensial selama ini sepertinya turun gunung. Sehingga pertarungan penuh dengan tantangan," sebutnya. 

Di samping itu, kata Pahrudin, partai lain diluar parlemen juga menambah kompetisinya menjadi alot. Karena partai non parlemen juga memiliki Caleg yang bagus dan punya banyak suara. 

"Karena itu pemetaannya harus jelas. Apalagi pemilu 2024, ada 60 persen pemilih milenial, itu artinya orang seperti HBA yang potensial dibandingkan dengan yang lain, tidak boleh besar kepala sehingga tidak lagi menyasar anak-anak muda," ungkapnya. 

Sementara itu, pengamat politik Jafar Ahmad mengatakan, apabila pertarungan pemilu 2024 tidak menggunakan sistim proporsional tertutup, maka akan sangat menarik. Karena semua figure yang maju adalah tokoh yang sudah populer. 

"Kalau tidak sistim proporsional tertutup, jelas pertarungan akan menarik sekali. Ada banyak figure yang maju, semua punya kemungkinan," ujarnya. 

Terkait peluang petahana dan penantang, Ja'far menilai, bahwa petahana yang sudah pernah terpilih lebih dari satu tentu memiliki kantong suara yang mengakar kebawah. Misalnya ada H Bakri, Sutan Adil Hendra, Ihsan Yunus, Saniatul Lativa dan yang lain. 

Sehingga, lawan yang paling memungkinkan untuk menjadi penantang adalah mantan kepala daerah. Di NasDem itu ada Sy Fasha, Golkar ada Cek Endra dan AJB, PDIP ada Edi Purwanto dan Safrial. 

"Petahana yang lebih dari 1 kali itu jelas sudah mengakar, maka yang paling memungkinkan menjadi penantang adalah kepala daerah atau tokoh yang popularitas sudah bagus," sebutnya. 

Menurutnya, petahana dan mantan kepala daerah ini memiliki basis yang terukur. Kepala Daerah itu pendukungnya jauh lebih loyal, tapi skalanya di wilayah masing-masing. Tapi kalau petahana lebih luas dengan jumlah yang mungkin tidak besar," pungkasnya. (aiz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com