Delapan Nyawa Melayang di Lokasi PETI: Tragedi Ini Bukan Peristiwa Tunggal, Melainkan Akumulasi Pembiaran Tambang Ilegal

Delapan Nyawa Melayang di Lokasi PETI: Tragedi Ini Bukan Peristiwa Tunggal, Melainkan Akumulasi Pembiaran Tambang Ilegal

Posted on 2026-01-21 14:49:21 dibaca 617 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya enam orang warga dalam peristiwa longsor di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada 20 Januari 2026.

WALHI Jambi menilai peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan serius yang tidak dapat dilepaskan dari praktik pertambangan ilegal yang selama ini berlangsung tanpa pengawasan memadai.

BACA JUGA: Menuju Restorative Justice, Kasus Guru Honorer Tri Wulansari Dimediasi di Polres Muaro Jambi

Menurut WALHI, kejadian ini tidak boleh dipahami semata-mata sebagai kecelakaan kerja. Longsor di lokasi PETI merupakan risiko yang sejak awal melekat pada aktivitas tambang ilegal yang dilakukan tanpa standar keselamatan, tanpa kajian lingkungan, serta berada di luar sistem pengawasan negara.

“Ketika aktivitas pertambangan ilegal dibiarkan terus berlangsung, maka potensi korban jiwa hanyalah soal waktu. Tragedi ini menunjukkan kegagalan negara dalam mencegah praktik berbahaya yang telah lama diketahui publik,” ujar Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar.

BACA JUGA: Evakuasi Longsor PETI Sarolangun, Polda Jambi Terjunkan 123 Personel Gabungan

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun aktivitas PETI di Jambi telah berkontribusi terhadap kerusakan hutan dan lahan, pencemaran sungai, serta meningkatnya kerentanan wilayah terhadap bencana ekologis seperti longsor dan banjir. Dalam konteks tersebut, korban jiwa akibat PETI tidak dapat dilepaskan dari lemahnya tata kelola sumber daya alam dan penegakan hukum yang tidak konsisten.

WALHI Jambi juga menilai penanganan PETI selama ini masih bersifat sporadis dan belum menyentuh akar persoalan. Penertiban yang dilakukan dinilai tidak diikuti dengan pengusutan terhadap aktor-aktor yang berperan penting dalam keberlangsungan tambang ilegal, termasuk pihak-pihak yang memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas tersebut.

BACA JUGA: TRAGIS! Tertimbun Longsor Saat Cari Emas, Delapan Pekerja PETI di Sarolangun Meninggal Dunia

Atas peristiwa ini, WALHI Jambi mendesak beberapa langkah, di antaranya aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan terhadap aktivitas PETI di lokasi kejadian, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab secara struktural.

Selain itu, WALHI meminta pemerintah daerah dan provinsi menghentikan pembiaran terhadap praktik PETI serta memperkuat pengawasan di wilayah yang selama ini menjadi lokasi tambang ilegal. Pemerintah juga didesak memastikan pemulihan ekosistem yang telah rusak guna meminimalisir terjadinya bencana ekologis.

Tak hanya itu, WALHI menekankan pentingnya kehadiran kebijakan negara yang adil bagi masyarakat dengan menyediakan alternatif mata pencaharian yang aman, berkelanjutan, serta tidak membahayakan keselamatan dan lingkungan. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pertambangan dan pengelolaan kawasan hutan di Jambi juga dinilai perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

BACA JUGA: 7 Unsur Forkopimda Provinsi Jambi Dianugerahi Gelar Adat Melayu Jambi, Ada Ketua DPRD M. Hafiz - Sekda Sudirman

WALHI Jambi menegaskan, pendekatan yang hanya menyasar pekerja tambang di lapangan tidak akan menyelesaikan persoalan PETI. Tanpa pembenahan tata kelola dan penegakan hukum yang serius terhadap aktor-aktor kunci, praktik tambang ilegal akan terus berulang dan kembali menelan korban.

“Setiap nyawa yang hilang akibat PETI adalah pengingat bahwa pembiaran memiliki konsekuensi yang nyata. Negara tidak boleh terus hadir setelah tragedi terjadi, tetapi harus mencegahnya sejak awal,” tutup Oscar.

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com