Kontaminasi Bakteri pada Makanan jadi Penyebab Keracunan MBG di Muaro Jambi

Kontaminasi Bakteri pada Makanan jadi Penyebab Keracunan MBG di Muaro Jambi

Posted on 2026-02-19 16:03:28 dibaca 346 kali

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI — Dugaan keracunan massal yang menimpa siswa sekolah dasar di Muaro Jambi beberapa waktu lalu mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya bakteri patogen pada sejumlah sampel makanan dan klinis.

Ketua Satgas MBG Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengungkapkan berdasarkan paparan hasil laboratorium, etiologi utama kasus ini diduga kuat disebabkan bakteri Staphylococcus aureus dengan kontribusi Escherichia coli (E. coli).

BACA JUGA: Minta Kompensasi Warga, DPRD Kerinci Surati PLTA Batang Merangin

“Bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada beberapa sampel makanan, seperti tahu dan toge dari bank sampel, serta ayam suwir dan kol dari sisa makanan siswa,” ujarnya dalam rapat evaluasi, Kamis (19/2).

Sementara itu, E. coli terdeteksi pada sampel bihun sisa konsumsi siswa kelas 1 hingga 3. Bahkan, kombinasi kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada sampel ayam suwir dari bank sampel.

BACA JUGA: Ramadhan 2026, Jam Belajar Sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dikurangi

Temuan tidak hanya terbatas pada makanan. Pemeriksaan sampel klinis menunjukkan feses seorang siswa berusia 7 tahun positif E. coli, memperkuat dugaan bahwa sumber paparan berasal dari pangan yang terkontaminasi.

Selain itu, kualitas air sumur bor yang digunakan juga dinyatakan tidak memenuhi standar. Total coliform mencapai 33 CFU/100 ml atau melampaui ambang batas, sedangkan kandungan mangan tercatat 0,74 mg/l.

Tim pemeriksa menyimpulkan pola kejadian mengarah pada common source outbreak, yakni wabah dengan satu sumber paparan yang sama. Lonjakan kasus terjadi dalam waktu singkat, diduga akibat kontaminasi pada proses pengolahan atau distribusi makanan sebelum dikonsumsi.

BACA JUGA: Perkuat Ekonomi Syariah, Pegadaian Dukung Peluncuran Fatwa Usaha Bulion DSN-MUI untuk Industri Emas Syariah

Secara umum, Staphylococcus aureus berasal dari tangan atau peralatan yang tidak higienis, sedangkan E. coli berkaitan dengan sanitasi lingkungan yang buruk.

Satgas MBG meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta kualitas air. Rekomendasi perbaikan juga disampaikan kepada yayasan penyelenggara, Aziz Rukiyah Amanah, termasuk peningkatan pengawasan dapur dan penerapan standar keamanan pangan yang lebih ketat.

"Pengawasan harian oleh petugas di lokasi produksi harus diperkuat agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur," tuturnya.

Terkait kemungkinan penghentian kerja sama atau penggantian pengelola, ia menyebut keputusan berada di tangan BGN Pusat.

“Satgas hanya menyampaikan hasil pemeriksaan dan rekomendasi. Keputusan akhir sepenuhnya kewenangan BGN Pusat,” tegasnya. (wan)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com