Illustrasi
JAMBIUPDATE.COM, MUARABULIAN - Masyarakat Kabupaten Batanghari hingga saat ini mengaku resah. Pasalnya, hingga kini polisi belum berhasil menangkap seluruh narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Muarabulian, Minggu (12/10) lalu.
Nelvia, warga Sungai Rengas, Kecamatan Muaro Sebo Ulu, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Tebo. Pasca kejadian Napi yang kabur merasa cemas. Ia berharap, pihak Polres Batanghari secepatnya menangkap seluruh napi yang kabur agar mereka tidak lagi dilanda rasa ketakutan.
"Biasanya kalau mau pergi ngajar, kunci cuman ditinggalkan diarea rumah. Namun semenjak kejadian itu, ke sekolah tidak Fokus rasanya. Soalnya kepikiran ke rumah terus, takut sudah dibongkar," ujar Nelvia, Senin (20/10).
Dikatakannya, apa yang dirasakannya saat ini bukan tanpa alasan. Pasalnya rumah Nelvia merupakan tergolong rumah yang dekat dengan kebun warga. Dan juga daerah itu masih banyak lahan kosong.
"Di belakang rumah kami kan kebun sawit dan ada juga lahan yang kosong. Bisa saja para napi bersembunyi di kawasan ini, karna lapar, takutnya rumah dibongkar,"ungkapnya.
Hal yang senada juga disampaikan Sukri warga Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, ketika dikonfirmasi mengaku, dirinya juga resah karena masih banyaknya napi yang belum tertangkap. "Ya tetap takut la, Soalnya napi inikan bahaya. Apalagi mereka sudah seminggu lebih kabur. Tentunya butuh makanan, dan takutnya warga jadi korban pemerasan,"katanya.
Dia sangat berharap, pihak Kepolisian secepatnya dapat menangkap napi yang masih berkeliaran tersebut, agar tak ada lagi warga Batanghari yang merasa ketakutan. "Semua warga Batanghari pasti berharap Polisi secepatnya dapat menangkap para napi yang kabur itu. Begitu juga saya,"pungkasnya.
Diketahui, saat ini masih ada 7 orang dari 9 narapidana LP kelas II B MuaraBulian yang kabur pada Minggu (12/10) lalu, yang belum berhasil ditangkap. Tujuh napi yang masih buron tersebut adalah Hendra Citra bin Abu Bakar, Gatot Hartono bin Samsudin, Acok bin Patah Sian, Afrianto Alamsyah bin Saryono, Andri bin Zulkifli, Ardika Isbandi bin Arman dan Riki Budiono bin Rasyidin. Berdasarkan informasi, diantara tujuh napi itu sudah ada yang berada di luar Kota.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batanghari, Akp Ivan Wahyudi, ketika dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini Polisi masih melakukan pengejaran. "photo kan sudah disebar, dan itu bukan sketsa wajah, namun sudah jelas bentuk wajahnya. Dia berharap dengan tersebarnya photo-photo itu bisa membantu polisi dalam pencarian,"ujarnya.
Terpisah, Kalapas Klas IIB Muarabulian, Wahyu Prasetyo, mengatakan agar masyarakat Batanghari untuk terus waspada hingga ke 7 Napi tersebut belum diamakan. "Mohon kewaspadaan bagi warga. Mereka kan putus asa, pastinya mereka akan berbuat apapun untuk bertahan hidup,"kata Wahyu.
Dia berharap kepada masyarakat Batanghari jika menemukan mereka segera menghubungi pihak berwajib. Di dalam photo yang disebar sudah dicantumkan nama dan nomor ponsel petugas kepolisian dan petugas lapas. "Photo dan identitas sudah disebar, mhon bantuannya masyarakat, jika berjumpa atau tanda-tanda warung dan dapurnya terbongkar. mohon sms atau telfon ke nomor yg sudah disebar,"tandasnya.
(adi)
Â
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com