Ilustrasi
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Turunnya harga komoditi karet dan kelapa sawit di Jambi menjadi salah satu factor melemahnya daya beli masyarakat di Provinsi Jambi.
Ini disampaikan oleh pengamat ekonomi Jambi Pantun Bukit.
‘’Berkaitan dengan pendapatan masyarakat Jambi yang 65 persen adalah masyarakat yang mendapatkan penghasilan dari perkebunan terutama sawit dan karet, sementara, harga kedua komoditi ini sedang menurun sejak beberapa waktu lalu. Sehingga dengan ini akan berpengaruh pada pendapatan masyarakat per kapita yang turun,’’ jelasnya.
Selain itu, momen Ramadhan yang berbarengan dengan tahun ajaran baru turut memberikan dampak pada kondisi sekarang. Ibu rumah tangga tentu akan lebih mengalokasikan dana untuk membeli perlatan sekolah yang menjadi prioritas.
“Di Jambi ini masyarakat kita bertumpu pada perkebunan terutama tanaman keras seperti karet dan sawit, kalau harga karet dan sawit turun begini, mereka juga harus memprioritaskan kebutuhan mereka mana yang harus dibeli. Wajar kalau pasar-pasar sepi, pendapatan masyarakat turun,†jelas Pantun.
Tambahnya, dampak dari sisi pemerintah juga berpengaruh. Anggaran yang turun dimana dulu pemerintah jor-joran stimulus belanja daerah. “Dari akumulasi ketiga inilah akhirnya berdampak pada perekonomian, daya beli melemah,†ujarnya.
Menurut Pantun, dampak baiknya dari daya beli masyarakat ini adala terjaganya konsumsi masyarakat serta inflasi yang terkendali sebab masyarakat tidak ojor-joran dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Namun sebaliknya dampak buruk yang didapat adalah aktivitas ekonomi yang kurang baik, dimana perputaran ekonomi melambat. (yni)
Â
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com