Ilustrasi
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Aya Sophia, mengatakan, beberapa faktor yang turut mempengaruhi melemahnya daya beli masyarakat Jambi adalah pertumbuhan ekonomi Jambi yang menurun pada Triwulan 1 2016. Dimana pada Triwulan 1 2015 pertumbuhan ekonomi Jambi sebesar 5 persen (yoy) sedangkan pada triwulan 1 2016 menurun menjadi 3,42 persen (yoy).
Kedua, harga sawit dan karet yang turun serta  produksi yang turut menurun memberikan dampak pada pendapatan masyarakat. Dengan ini, berdampak pada daya beli masyarakat yang lebih menahan untuk membeli kebutuhan diluar prioritas.
“Kalau pendapatan masyarakat menurun, tentu mereka akan membatasi pengeluaran dan hanya dikeluarkan unutk kebutuhan prioritas,†ungkap Aya.
Aya melanjutkan, bertepatan dengan itu, tahun ajaran baru pada Juli mendatang memberikan pengaruh pada kegiatan ekonomi Juni dan Juli ini. Meski mendekati lebaran, diprediksi masyarakat akan lebih menahan uang karena akan  dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
“Harga karet dan sawit tidak beranjak, apalagi tahun ajaran baru, masuk sekolah dan kuliah . Masyarakat yang biasanya membeli dalam jumlah besar akan mengerem pengeluaran sebab ada kebutuhan sekolah anak yang lebih penting,†lanjutnya. (yni)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com