Ilustrasi: sopir truk harus mengantire hingga 30 jam untuk mendapatkan BBM jenis solar. Antrean yang panjang ini akibat pasokan solar di beberapa SPBU yang dikurangi Pertamina. (Doni Kurniawan/Banten Raya/Jawa Pos Group)

Demi Dapatkan Solar, Sopir Truk Harus Rela Antre 30 Jam

Posted on 2018-11-20 10:23:00 dibaca 2103 kali

JAMBIUPDATE.CO, - Para pengusaha ekspedisi di Balikpapan menjerit. Dalam tiga pekan terakhir, mereka kesulitan untuk mendapatkan solar. Kalaupun mendapatkannya, kendaraan mereka harus antre hingga 30 jam di SPBU.

"Antrean luar biasa. Di SPBU Km 14 misalnya. Panjang antrean sampai 1 kilometer," ucap Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Balikpapan Syeifudin. Menurut dia, kondisi tersebut merugikan para pengusaha ekspedisi. "Sopir juga tidak bisa makan karena waktunya habis cuma untuk antre solar," imbuhnya.

Syeifudin menjelaskan, antrean solar yang begitu panjang akhir-akhir ini merupakan imbas penutupan SPBU Km 9. Sudah ada pertemuan antara pengusaha dan Pertamina yang difasilitasi Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Disepakati, untuk jatah SPBU Km 9, SPBU Km 14, dan SPBU Kebun Sayur, tak terjadi kekurangan stok di lapangan.Kemudian, untuk SPBU Kebun Sayur, dibuka pelayanan solar mulai pukul 20.00-22.00 Wita bagi angkutan di luar komunitas pelabuhan. Kemudian pukul 22.00-06.00 Wita khusus untuk angkutan komunitas pelabuhan. Namun, kesepakatan itu tak menjadi solusi. "Seharusnya SPBU Kebun Sayur melayani 24 jam. Percuma stok mereka ditambah kalau waktu pelayanan cuma malam," sebutnya.

Apalagi, jika melihat di lokasi, antrean sudah panjang sejak pagi. Sopir angkutan memilih menginap dan tak mau meninggalkan antrean. Sehingga percuma jika pelayanan hanya dilakukan malam untuk menghindari antrean.

"Pembagian antara angkutan di luar komunitas pelabuhan dan di dalam komunitas pelabuhan itu juga enggak jalan. Semuanya saling nyelonong. Karena tidak ada yang mengatur di sana," tambahnya.Sekretaris DPC Aptrindo Balikpapan Risman Sirait menyatakan, ironisnya, kondisi seperti itu sudah sering terjadi dan terus berulang. Menurut dia, kondisi seperti itu hanya dijumpai di Balikpapan yang notabene Kota Minyak.

"Di Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Riau tidak ada antrean. Kenapa di Balikpapan selalu antre? Kalau perlu, tidak ada solar subsidi. Dihapuskan sekalian enggak masalah asal tidak antre," cetusnya.

Aptrindo pun berharap problem tersebut segera mendapat solusi konkret. Jika dalam waktu sepekan tidak ada perubahan, Aptrindo Balikpapan memastikan mogok kerja. 

(rsh2/k15/JPG/c9/fim)

 

Sumber: JawaPos.com
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com