Gajah masuk permukimam membuat warga harus mengungsi. (Zian Mustaqin/Rakyat Aceh/Jawa Pos Group)
JAMBIUPDATE.CO, Â - Sedikitnya 43 ekor gajah memasuki permukiman warga Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kemarin (28/11). Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi. Tercatat ada delapan keluarga yang harus pindah sementara.
Mereka mengungsi ke kantor reje kampung. "Saat ini 43 ekor gajah sedang berada di daerah Kampung Lancang. Tadi malam (Selasa, 27/11, Red) gajah sudah berada di Polindes Kampung Lancang serta merusak tiga unit rumah warga," terang Gundalapati, anggota Tim Delapan Kabupaten Bener Meriah.
Masuknya gajah-gajah itu pun menimbulkan kecemasan. Warga takut rumahnya dirusak gajah-gajah tersebut. Selain itu, mereka takut terluka. Terutama ibu-ibu dan anak-anak. Karena itu, delapan keluarga memutuskan untuk mengungsi.
Meski begitu, masih banyak yang memilih bertahan di rumah masing-masing. "Nanti malam (tadi malam, Red) kami akan berjaga-jaga mencegah gajah melakukan perusakan terhadap rumah warga," sebut Gundalapati kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) kemarin siang.
Sebelumnya, tambah Gundalapati, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menurunkan alat berat untuk menggali parit di batas desa. Langkah tersebut dilakukan agar gajah-gajah tidak semakin masuk ke kampung. Namun, alat itu ternyata rusak.
Di sisi lain, tim juga belum bisa menggiring gajah kembali ke hutan. Karena itu, warga diminta tetap waspada. Reje Kampung Arul Cincin Selamat menyatakan, warganya saat ini memang berusaha waspada terhadap ancaman amuk gajah. Sebab, gajah-gajah tersebut masih berkeliaran di desanya.
"Saat ini juga ada warga yang akan melahirkan," ucapnya. Dia pun berharap warga yang hendak melahirkan itu bisa segera dievakuasi ke rumah sakit agar dapat bersalin dengan aman.Â
(uri/mai/JPG/c9/fim)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com