Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong adanya pengembangan obat herbal. Termasuk jamu sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan COVID-19.
‘‘Beberapa contoh herbal yang bisa dimanfaatkan antara lain kunyit, jahe merah, temulawak, meniran, jambu biji, daun sembung dan sambiloto. Herbal ini dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator,’‘ kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Jakarta, Rabu (10/6).
BPOM menyatakan Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati. Hal ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan dan dijadikan produk inovasi dalam memberi kontribusi menangani COVID-19.
‘‘Karena virus ini dapat dicegah apabila tubuh memiliki daya imun yang kuat, gaya hidup sehat dan mental baik,’‘ ucapnya.
Penny mengatakan BPOM siap memfasilitasi dan mendampingi peneliti dan pelaku usaha yang ingin berkontribusi dalam pengujian klinik obat herbal dan suplemen kesehatan untuk menangkal COVID-19. Dikatakan, sejauh ini produk herbal cenderung sebagai produk untuk pengobatan. Artinya, obat herbal bisa turut berperan sebagai penangkal COVID-19. Sehingga ada kemandirian obat herbal dalam upaya promotif, preventif dan kuratif terhadap penyakit. (rh/fin)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com