JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pilkada tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Berbagai kekhawatiran muncul, tidak hanya soal kesehatan, akan tetapi potensi money politik juga diprediksi bakal meraja, mengingat perekonomian masyarakat yang turun drastis.
Pengamat Politik Jambi, Bahren Nurdin mengatakan, bahwa praktif Politik uang dalam Pilkada memang menjadi salah satu pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri memiliki potensi yang cukup tinggi terjadi.
"Money politik adalah pelanggaran yang sulit untuk dibuktikan dan paling sering dilakukan karena terjadinya hukum ekonomi dimana Calon butuh suara dan masyarakat butuh duit," katanya.
Terlebih lagi, kata Bahren, Pilkada serentak kali ini digelar ditengah pandemi Covid-19 yang mana terpuruknya kondisi ekonomi masyarakat membuat lebih mudah tergiur politik uang.
"Makanya pengawasan harus ditingkatkan. Termasuk kepada tim sukses, ruang gerak mereka harus dipersempit,” katanya.
Setelah itu, barulah harus ada upaya untuk membangun kesadaran masyarakat. Harus ada edukasi mengenai dampak buruk money politic terhadap demokrasi dan negara.
“Ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Dari ulama, pemimpin, dan seluruh stakeholder harus saling mengingatkan satu sama lain, meskipun tak bisa diberantas 100 persen,” tandasnya. (wan)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com