Imbal Hasil Obligasi AS Tersendat, Emas Kembali Berkilau

Posted on 2021-10-07 13:00:23 dibaca 3170 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA– Harga emas kembali menguat dalam sesi perdagangan yang ketat, Rabu, karena imbal hasil obligasi AS (US Treasury) menyusut, meski dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan logam  safe-haven  itu, dengan investor menunggu data pasar tenaga kerja Amerika yang akan dirilis akhir pekan ini.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.760,78 per ounce pada pukul 00.38 WIB, berbalik dari level terendah sebelumnya di USD1.744,84 per ounce, demikian mengutip laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (6/10/2021) atau Kamis (7/10/2021) dini hari WIB.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,1 persen menjadi USD1.761,8 per ounce.

“Emas mengambil posisi sekunder untuk aset  safe-haven  lainnya, dan banyak bergantung pada data  non-farm payrolls  Amerika, dengan logam tersebut kemungkinan akan bergerak  sideways  sampai saat itu,” kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun menyusut setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan, tetapi tetap di atas 1,5 persen.

Mengambil isyarat dari lonjakan harga energi yang dapat memicu inflasi dan kenaikan suku bunga, dolar AS melesat, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan membatasi keuntungan.


Menyusul data yang menunjukkan kenaikan kuat dalam pekerjaan swasta Amerika pada September, fokus investor beralih ke data  non-farm payrolls , Jumat, yang diperkirakan membentuk rencana  tapering  Federal Reserve (The Fed).

Xiao Fu, Kepala Strategi Pasar Komoditas di Bank of China International, mengatakan meski data  non-farm payrolls  tidak “spektakuler dan sejalan dengan ekspektasi”, beberapa anggota The Fed sudah berpikir bahwa persyaratan untuk  tapering  telah terpenuhi, dan itu memberi tekanan pada emas.

Pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi dapat menumpulkan daya tarik emas karena itu berarti  opportunity cost  yang lebih tinggi.

Kendati “berbulan-bulan likuidasi ETF yang berkelanjutan mencerminkan sentimen buruk yang menyebar di seluruh kompleks logam mulia”, alasan untuk memiliki emas semakin menarik, kata analis TD Securities.

Harga perak di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD22,52 per ounce dan paladium merosot 1,8 persen menjadi USD1.879,42 per ounce. Platinum melonjak 1,9 persen menjadi USD980,50 per ounce. (git/fin)

Sumber: www.fin.co.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com