JAMBIUPDATE.CO, SERANG – Enam pelajar SMK Miftahul Falah di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang dibacok celurit dan golok oleh puluhan remaja bermotor, Kamis (28/10) siang. Keenam korban diserang saat sedang nongkrong.
Kejadian penganiayaan itu berlangsung sekira pukul 14.00 WIB di dalam Pesantren Modern Shohibul Muslimin, Desa Tunjung Jaya, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Keenam korban ketika itu diserang secara tiba-tiba oleh para pelaku.
“Kejadiannya Kamis kemarin di dalam pesantren (Shohibul Muslimin-red), ada enam pelajar yang jadi korban. Kalau pelaku ada puluhan orang masih remaja dan bawa motor,” ungkap Pimpinan Pesantren Shohibul Muslimin, KH Taitman Elon kepada Radar Banten, dikutip Minggu (31/10).
Dari keenam korban, lima berhasil melarikan diri kendati mengalami luka. Kebiadaban puluhan remaja tersebut sangat meresahkan apalagi tindak kejahatan tersebut dilakukan di lingkungan tempat belajar.
“Saya ingin para pelaku ini ditangkap karena sudah meresahkan,” ujar Taitman.
Taitman mengaku dari keenam pelajar, ia hanya mengingat satu korban bernama Ali Kusendi (17) warga Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Ali diketahui paling banyak menderita luka akibat penyerangan tersebut.
“Kalau korban ini masih tetangga kampung saya, dia pelajar dari SMK Miftahul Falah,” ungkap Taitman.
Taitman mengungkapkan, dari informasi yang ia peroleh, para pelaku diduga sempat mengunggah foto di media sosial (medsos). Dari foto yang tersebar, para pelaku berada di depan SMKN 1 Tunjung Teja. Lebih dari tiga pelaku terlihat jelas mengangkat senjata tajam (sajam) jenis celurit.
“Foto-fotonya ada di media sosial. Mereka ini sempat konvoi sampai ke SMKN 1 Tunjung Teja,” ungkap Taitman.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Petir Brigadir Kepala (Bripka), AKP Rizal mengatakan, kasus tersebut dalam proses penyelidikan. Pihaknya masih dalam proses identifikasi para pelaku penyerangan.
“Untuk kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Rizal.
Informasi yang diperoleh polisi sedikit berbeda dengan keterangan Taitman. Menurut Rizal, kejadian penyerangan tersebut terjadi sekira pukul 12.45 WIB. Para pelaku melakukan penyerangan terhadap Ali saat nongkrong bermain ponsel di pos jaga pesantren.
“Korban ketika itu bersama temannya Andre Kurniawan, Muhidin, Ferdian, Sahrul dan Ajis Hermawan tiba-tiba didatangi orang tidak dikenal,” ungkap Rizal.
Orang tidak dikenal itu berjumlah delapan orang bukan puluhan orang. Mereka menggunakan sweater berwarna hitam.
“Mereka ini membawa senjata tajam berupa celurit dan parang,” kata Rizal.
Keenam pelajar SMK Miftahul Falah tersebut sempat ketakutan didatangi para pelaku. Namun hanya Ali dan kedua temannya yang ketakutan berupaya kabur. Ketiganya pun lantas dikejar para pelaku. Ali kemudian dibacok pada bagian punggung.
“Korban ini kabur bersama dua temannya lalu dikejar para pelaku,” ujar Rizal.
Dikatakan Rizal, di lokasi hanya ada tiga teman Ali yang tidak memilih kabur karena takut dengan ancaman para pelaku. Ketiganya sempat diinterogasi terkait asal sekolah ketiga temannya yang kabur. Ketiganya sempat tidak menjawab pertanyaan itu. Para pelaku akhirnya mengetahui keenamnya merupakan pelajar dari SMK Miftahul Falah. Hal itu diketahui para pelaku setelah melihat atribut seragam sekolah yang dipakai Andre.
Ketiga teman Ali itu kemudian ditinggalkan para pelaku tanpa mendapatkan penganiayaan. Diduga, Ali merupakan korban salah sasaran dari para pelaku.
“Karena melihat bet, kemudian karena melihat bet SMK Miftahul Falah di baju Andre ketiganya tidak dibacok,” tutur Rizal.
GENG MOTOR
Sebelumnya, pada Kamis (28/10) dini hari dua pemuda dilaporkan menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh geng motor di Kios Ubi Cilembu, Lingkungan Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Akibat penganiayaan itu, satu korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang karena mengalami luka yang cukup parah. Sedangkan satu korban lagi hanya mengalami luka-luka.
Informasi yang diperoleh Radar Banten, kejahatan jalanan atau street crime itu berawal dari sekelompok geng motor yang mengejar pemotor di jalanan Taktakan. Pemotor yang berjumlah dua orang itu kemudian kabur ke arah Kios Ubi Cilembu.
Di sana, gerombolan geng motor mendapati dua orang pemuda yang berada di dalam kios. Keduanya lantas dianiaya menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit dan parang. Saat penganiayaan terjadi, satu korban berhasil melarikan diri. Sementara satu korban bernama Arya dengan usia sekitar 19 tahun menjadi bulan-bulanan pelaku. Ia dibacok secara membabi buta pada bagian kepala dan tangan.
Setelah korban terkapar, para pelaku melarikan diri. Warga sekitar yang mendengar suara kegaduhan mendatangi lokasi dan melihat korban yang sudah terkapar penuh luka. Korban oleh warga kemudian dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang.
“Kejadiannya Kamis dini hari, ada dua orang yang menjadi korban. Satu korban dirawat di rumah sakit,” kata anggota Polres Serang Kota yang enggan disebutkan namanya, Kamis (28/10).
Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh korban merupakan target salah sasaran para pelaku.
“Korban ini informasinya enggak tahu apa-apa cuma dia diserang saat ada di dalam kios. Korban informasinya ada dua orang, untuk satu lagi belum diketahui karena tidak dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kasus penganiayaan tersebut saat ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Serang Kota. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Kasusnya ditangani Polres Serang Kota, bukan di Polsek (Polsek Taktakan-red),” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Taktakan, Inspektur Polisi Dua (Ipda) M Nurul Anwar Huda mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian. Ia membenarkan terdapat dua korban atas kasus kejahatan jalanan tersebut.
“Ada dua korban, cuma satu lagi kita belum tahu karena tidak dibawa ke rumah sakit. Saat kejadian korban satu ini sudah tidak ada di lokasi,” tutur Nurul. (gw)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com