Kabar Baik! Eril Berhasil Ditemukan, Ridwan Kamil Langsung Terbang ke Swiss

Posted on 2022-06-09 13:05:07 dibaca 20094 kali

JAMBIUPDATE.CO, BANDUNG -- Setelah satu pekan lebih dinyatakan hilang di sungai Aare, Bern, Swiss, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril dikabarkan sudah ditemukan.

Kabar ini datang dari salah seorang sumber Disway.id yang enggan disebutkan namanya.

"Sudah A1 nih, mas!" begitu laporan sang sumber.

"Beliau kabarnya akan terbang ke Swiss," tambah sang sumber.

Ia mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Ridwan Kamil akan terbang ke Swiss untuk memastikan bahwa Eril sudah ditemukan oleh otoritas Bern, Swiss.

Sebelumnya, laporan pada Rabu 8 Juni 2022 kemarin, KBRI Bern mengabarkan bahwa proses pencarian Eril anak Ridwan Kamil sudah mencakup 30 km dari sebelumnya 29 km.

"Metode pencarian setiap hari disesuaikan dengan kondisi Sungai Aare, yang selalu berubah sesuai perkembangan cuaca.

"Perubahan metode ini juga selalu memperhatikan aspek keselamatan seluruh petugas yang terlibat pada misi pencarian," tulis KBRI Bern, dikutip Kamis 9 Juni 2022.

Bahkan, kepolisian Bern sudah berkomitmen akan terus berusaha mencari Eril sampai ditemukan.

"Kepolisian Swiss berkomitmen akan terus berupaya keras untuk menemukan saudara Eril dengan mengerahkan berbagai metode pencarian," tambah KBRI Bern.

Seperti diketahui, kepolisian Bern telah melakukan beberapa metode seperti patroli darat dan air, penyelaman, drone thermal hingga anjing pelacak

Sosok Emmeril Kahn Mumtadz

Emmeril Kahn Mumtadz, tak banyak orang mengenalnya meski seorang anak dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Namun, setelah kejadian di sungai Aare, Swiss, sosoknya begitu inspiratif.

Sejak dikabar hilang dan dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam di sungai Aare, tak sedikit doa dari masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

Jiwa raganya sejauh ini belum ditemukan oleh kepolisian Bern, Swiss. KBRI Bern menyatakan pencariannya tak ada terhenti sampai ditemukan.

Melalui akun Instagramnya, Ridwan Kamil membagikan beberapa kisah anaknya yang ditumbuh besar di sampingnya.

Selain Ridwan Kamil, orang terdekat Emmeril Kahn Mumtadz, yakni Kang Hendar yang merupakan asisten pribadinya, menceritakan banyak hal mengenai sosok anak yang sudah dia urusi selama lebih dari 15 tahun.

A Eril, begitu keseharian Hendar menyapa putra sulung Ridwan Kamil itu, dikenal sebagai sosok yang penurut, mandiri, kreatif fan berjiwa sosial.

Kisah ini dibagikannya, seperti dikutip Disway.id dari Jabar Ekspres, Rabu 8 Juni 2022:

Emmeril Kahn Mumtadz lahir di New York tanggal 25 Juni 1999, ketika ayahanda Ridwan Kamil menempuh S2 di Universitas California Barkeley, yang juga bekerja paruh waktu. Saat kelahirannya, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya dalam kondisi sulit, karena Ridwan Kamil dalam posisi penggangguran saat itu.

“Ibu Atalia pernah cerita ke saya, saat Eril lahir itu bapak (Ridwan Kamil, red) lagi nganggur. Tapi karena statusnya miskin kota, jadi lahirnya gratis,” kata Kang Hendar meniru perkataan Atalia Praratya.

Pada akhirnya Ridwan Kamil lulus S2 dengan hasil yang baik dengan IPK mendekati 4. Kemudian Ridwan Kamil pulang ke Indonesia pada tahun 2002 dan menetap di rumah mertuanya di Dago Pojok. Ridwan Kamil pun mulai membangun perusahaan jasa arsitektur perencanaan, arsitektur dan desain serta membangun rumah botol di Cigadung Selatan Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung.

Perusahaan yang dibangun Ridwan Kamil bernama Urbane yang didirikan tahun 2004. Sempat berpindah lokasi dari Sumur Bandung ke Simpang Dago depan Dago Butik dengan status mengontrak. Kemudian pindah lagi ke Cipaheut membangun kantor berstatus milik sendiri.

Saat itu, Ridwan Kamil masih menjadi dosen di ITB dan Kang Hendar pun sering mengantarnya menggunakan motor. Tak jarang Hendar melihat Ridwan Kamil diundang ke luar negeri untuk menjadi pembicara di berbagai acara seminar.

“Sebelum menjadi Wali Kota, Bapak sering ke luar negeri untuk jadi pembicara acara seminar. Perusahaan Bapak banyak mendapat pekerjaan di Indonesia dan juga di luar negeri. Bahkan sering dapat penghargaan,” kata Kang Hendar.

Ketika pindah ke rumah botol, Emmeril Kahn Mumtadz sudah masuk sekolah dasar di bangku kelas 2 di SD Darul Hikam dan adiknya Camillia Laetitia Azzahra masih play group. Kang Hendar bersama Eril hampir 15 tahun dari tahun 2007.  “Eril pindah ke rumah botol tahun 2007. Hampir 15 tahun saya bersama A Eril,” katanya.

Emmeril Kahn Mumtadz di mata Kang Hendar, tidak banyak neko-neko dan penurut. Sejak kecil A Eril sudah belajar Bahasa Inggris di The British Institute (TBI).

A Eril les di TBI Dago sejak kelas 5 SD sampai SMP. Saya sering mengantarkan A Eril les. Terkadang menjemput A Eril les hingga sore bahkan malam hari,” katanya.

Hal tersebut, membuat Eril fasih berbahasa Inggris. Namun Eril tidak melupakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.

“A Eril mah Bahasa Inggris sudah fasih, Bahasa Indonesia lancar, Bahasa Sunda juga lancar,” kenang Hendar.
Beranjak remaja, Eril melanjutkan SMP di Darul Hikam. Kemudian masuk SMAN 3 Bandung dan melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) yang saat ini masuk semester akhir.

"A Eril itu sekarang semester akhir di ITB dan sedang menyusun skripsi. Tahun ini mau sidang dan setelah lulus mau kuliah di luar negeri,” kata Kang Hendar.

Semasa hidupnya Eril dikenal penurut, mandiri, kreatif dan berjiwa sosial. Sejak kecil Eril pun pandai bergaul dengan teman-teman di lingkungannya. Seperti bermain sepakbola, main sepeda, petak umpet, berenang dan yang lainnya selayaknya anak pada umumnya.

Selain les Bahasa Inggris, Eril juga kursus renang sejak SD. Eril sering diantar Kang Hendar latihan renang di Geger Kalong UPI dan Sabuga. “Kalau mau berenang suka minta diantar pakai motor ke Gerlong atau Sabuga,” katanya.

Eril pun sudah diajarkan mandiri sejak kecil oleh kedua orang tuanya. Eril pun tidak pernah mengeluh dan penurut. “A Eril pintar bergaul dengan teman-temannya. Tapi A Eril juga sudah belajar mandiri. Seperti mandi sendiri, pakai baju sendiri, makan sendiri bahkan beres-beres kamar pun sendiri,” katanya.

Tidak hanya mandiri, Eril juga sangat kreatif dan memiliki mental baja. Bahkan ketika Ridwan Kamil menjadi Wali Kota, Eril pernah berjualan minuman teh untuk melatih mental dan menabung untuk keperluan pribadinya.

“A Eril ketika sekolah SMA pernah jualan minuman teh bersama Neng Zahra. Ketika ditanya uangnya untuk apa, dibilang untuk ditabung biar gak minta terus ke orang tua untuk keperluan pribadi,” katanya.

Memasuki masa kuliah di ITB Eril aktif di berbagai organisasi. Eril masuk ITB ketika Ridwan Kamil 3 tahun menjabat Wali Kota Bandung.

Salah satu organisasi yang Eril gawangi adalah Jabar Bergerak (Jaber) Zillenial, yang mengajak kaum milenial untuk berkreasi membangun daerahnya. Eril menjadi inisiator membuat sumur untuk panel surya di Ranca Buaya dan beberapa wilayah lainnya. Eril bersama tim dari daerah lain, merakit panel surya di rumah botol untuk dibawa ke lokasi.

"A Eril mengajak teman-temannya merakit panel surya di rumah botol. Ketika selesai diterapkan ke Ranca Buaya. Saya sempat ikut mengantarkan ke Ranca Buaya, sampai menginap di rumah warga bersama teman-temannya,” katanya.

Tidak hanya kreatif, Eril juga berjiwa sosial. Pada masa Covid-19, Eril bersama tim Jaber Zillenial ikut berbagi nasi boks untuk dibagikan kepada warga, pemulung, ojek online yang lainnya.

Kang Hendar mengenang Eril sebagai anak penurut. Eril belum pernah bawa motor sendiri ke sekolah dan hanya diantar pakai motor. Bahkan tidak banyak mengeluh. “A Eril mah kalau kehujanan ya kehujanan, kepanasan ya kepanasan. Terkadang hanya pakai sepeda berangkat ke sekolah, bahkan hingga kuliah Eril hanya sesekali diantar mobil dinas jika saat cuaca hujan saja,” kata Kang Hendar.

Eril baru dibelikan motor sekitar dua tahun lalu oleh ayahanda Ridwan Kamil. “A Eril tidak banyak tuntutan untuk fasilitas. Bahkan dikasih pemahaman Bapak, untuk jangan dulu pakai motor ya. Nanti juga ada waktunya. A Eril hanya menurut apa yang dikatakan Bapak,” kata Kang Hendar meniru ucapan Ridwan Kamil.

Ketika Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jabar, Eril pun pindah ke Pakuan dari sebelumnya di rumah dinas Wali Kota Bandung. Selama 2,5 tahun Eril tinggal di Pakuan, kemudian pindah kembali ke rumah botol pada November Tahun 2020. Eril pindah ke rumah botol untuk lebih fokus belajar dan ingin mandiri karena ingin kuliah di luar negeri.

“Intinya pindah ke rumah botol untuk belajar lebih mandiri karena persiapan mau kuliah di luar negeri,” katanya.

Ketika di rumah botol kreativitas Eril bermunculan. Salah satunya jiwa entrepreneur yang menyewakan mobil VW clasic berwarna merah kepada calon pengantin. Bahkan Eril pun tidak malu menjadi supir pengantin yang menyewa mobil yang diberikan dari Ridwan Kamil.

“Saya juga kadang tidak tega melihat A Eril jadi supir pengantin. Tetapi A Eril bilang, ini salah satu usaha untuk biaya perawatan mobil, biar gak minta ke Bapak dan buat bekal kebutuhan saya Mang Hendar,” kata Kang Hendar

Eril beberapa kali menerima order sewa mobil VW. Seringnya setiap hari Sabtu dan Minggu atau menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Eril menjemput pengantin pria untuk diantarkan ke mempelai wanita. Bahkan Eril pun tidak segan untuk mengajak berkeliling kota Bandung kepada pengantin yang menyewa mobilnya.

“A Eril pernah minta dibangunkan jam 4 subuh karena order jemput pengantin. Terkadang A Eril menjemput pengantin laki-laki ke mempelai wanita. Kemudian jalan-jalan dan disupiri oleh A Eril,” katanya. (*)

Sumber: Disway.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com