Kanker Kulit dan Katarak Ancam Penduduk Bumi Akibat Lubang Ozon di Atas Wilayah Tropis

Posted on 2022-07-06 15:11:13 dibaca 2242 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Ilmuwan dari University of Waterloo di Ontario, Kanada mengungkapkan bahwa kanker kulit dan katarak ancam penduduk bumi akibat lubang ozon di atas wilyah tropis.

Lubang ozon yang jauh lebih besar dari lobang ozon di antartika ini membentang di seluruh wilayah tropis bumi.

Penemuan lobang ozon di atmosfer bumi ini terbuka sepanjang waktu tidak seperti lubang ozon Antartika yang terbuka setiap tahun di musim semi.

Profesor Qing-Bin Lu dari University of Waterloo di Ontario mengungkapkan lubang ozon tersebut telah ada selama lebih dari 30 tahun yang mengancam penyakit kanker kulit dan katarak.

Lubang ozon yang besarnya 7 kali lobang ozon di Antartika ini mencakup area yang sangat luas hingga setengah dari populasi dunia bisa terpapar radiasi yang menyebabkan kanker kulit dan katarak.

“Lobang ozon ini menimbulkan kekhawatiran secara global karena dapat menyebabkan peningkatan radiasi UV di permukaan tanah dan berisiko pada kanker kulit dan katarak, serta efek negatif lainnya pada kesehatan dan ekosistem di wilayah tropis,” papr Profesor Lu.

Profesor Lu menambahkan pada laporan awal yang menunjukkan bahwa tingkat penipisan ozon di daerah khatulistiwa sudah membahayakan populasi di dalamnya.

Radiasi UV terkait yang mencapai daerah itu jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Kedengarannya sulit dipercaya bahwa lubang ozon tropis yang besar tersebt tidak ditemukan sebelumnya karena ada beberapa tantangan dalam penemuan ini.

Pertama, tidak ada lubang ozon tropis yang diharapkan ada dari teori fotokimi

Kedua, tidak seperti lubang ozon Antartika atau Arktik yang musiman dan sebagian besar muncul di musim semi.

“Sedangkan lubang ozon tropis pada dasarnya tidak berubah sepanjang musim dan oleh karena itu tidak terlihat dalam data pengamatan asli,” jelas Profesor Lu.

Seperti halnya lubang ozon Antartika, penipisan lubang ozon di wilayah tropis telah mencapai 80 persen pada bagian tengahnya.

Pada masa lalu, keberadaan chlorofluorocarbon (CFC) dianggap sebagai penyebab terbesar penipisan ozon. 

Namun terlepas dari larangan tersebut, lubang ozon terbesar ditemukan melebihi dari lubang ozon di Antartika.

“Penemuan ini sangat tidak terduga,” jelas Profesor Lu.

Sebuah teori penipisan ozon, yang dikenal sebagai reaksi electron.

Dalam teori ini mengataka bahwa penipisan terjadi akibat sinar kosmik (cosmic-ray-driven electron reaction (CRE), di mana sinar kosmik dari luar angkasa mengurangi ozon di atmosfer.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Profesor Lu dan rekan-rekannya dua dekade lalu.

Masih dengan Profesor Lu, dari hasil yang diamati menunjukkan bahwa lubang ozon Antartika dan tropis harus muncul dari mekanisme fisik yang identic.

"CFC sudah pasti gas yang dapat perusak ozon, tetapi sinar kosmik juga memainkan peran sebagai pemicu utama yang menyebabkan lubang ozon kutub dan tropis,” tutup Profesor Lu. (*)

Sumber: Disway.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com