Petani Pinang di Tanjab Barat Mengeluh, Harga Tinggal 8 Ribu Rupiah Perkilo

Posted on 2023-02-12 21:24:58 dibaca 7324 kali

JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Sejak akhir tahun 2022, hingga awal 2023 ini, harga komoditi pinang secara berangsur-angsur merosot ke harga terendah dan hampir menyentuh titik harga terendah.

Padahal, saat jaya jayanya,  Harga pinang yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 19.000 sampai Rp 20.000 kini hanya dihargai se Harga kisaran Rp 5.000 hingga Rp 8.000. Harga tersebut bervariasi sesuai kondisi pinang.

Hal ini membuat ribuan petani di Tanjabbar mulai menjerit. Karena keutungan yang didapat menjadi sedikit dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

‘’Harga pinang hari ke hari sejak beberapa bulan terakhir terus merosot. Biaya yang harus dikeluarkan saat panen dengan nilai jual hitungannya merugi,"  keluh David, petani pinang di Kecamatan Senyerang.

Belum lagi saat ini tanaman pinang sedang musim trek, sehingga buahnya pun sedikit. 

"Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat mencari solusi agar harga kembali normal. Kalau kami ini gak ngerti apa-apa," sambungnya.

Sementara itu, Bowo yang juga petani pinang yang juga asal kecamatan senyerang desa lumahan mengatakan hal yang sama, kata dia, harga pinang yang kualitas bagus berharga 8000 perkilo.

"8000 ribu itu, untuk kualitas pinang yang sangat bagus, belum termasuk upah cungkil dan belahnya yang perkilonya 2000, jadi kita cuma dapat 6000ribu, " tutupnya. (sun) 

 

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com