Evakuasi Longsor PETI Sarolangun, Polda Jambi Terjunkan 123 Personel Gabungan

Evakuasi Longsor PETI Sarolangun, Polda Jambi Terjunkan 123 Personel Gabungan

Posted on 2026-01-21 13:44:10 dibaca 660 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Polda Jambi menurunkan sebanyak 123 personel gabungan dari Brimob, Samapta, dan unit K9 untuk melakukan evakuasi dan pengamanan pasca peristiwa longsor di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Selasa (20/1/2026).

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang terjadi saat aktivitas penambangan emas ilegal masih berlangsung meski kondisi cuaca tidak mendukung.

BACA JUGA: TRAGIS! Tertimbun Longsor Saat Cari Emas, Delapan Pekerja PETI di Sarolangun Meninggal Dunia

“Kejadian itu terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, terkait kecelakaan kerja pada aktivitas penambangan emas tanpa izin,” kata Kombes Pol Erlan Munaji, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi, namun para pekerja tetap melakukan aktivitas di lokasi tambang.

“Penyebab kejadian diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi. Saat itu mereka masih bekerja, kemudian terjadi pergerakan tanah yang menimbulkan para penambang tersebut tertimbun,” jelasnya.

BACA JUGA: Penetapan Seorang Guru di Muaro Jambi Sebagai Tersangka Dinilai Oleh Komisi III DPR RI Bisa Merusak Citra Polri

Dijelaskan Erlan, lahan tempat aktivitas PETI tersebut diketahui milik seseorang berinisial I, yang kemudian dikerjakan oleh masyarakat setempat. Saat kejadian, hujan masih berlangsung, namun aktivitas penambangan tidak dihentikan.

Dalam peristiwa itu, delapan orang penambang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing berinisial K, T, XL, A, O, XR, K, serta satu orang lainnya yang merupakan anak buah dari pemilik lahan.

“Ini menjadi keprihatinan untuk kita semua,” ujar Erlan.

Selain korban meninggal dunia, terdapat empat orang korban luka-luka, masing-masing berinisial IM, S, IS, dan M, yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA: Angka Kemiskinan di Muaro Jambi Naik Lagi pada 2025, BPS Catat Tembus 21 Ribu Jiwa

Polda Jambi saat ini memfokuskan upaya pada proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Tim gabungan yang diterjunkan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Yang paling utama kita melaksanakan kegiatan evakuasi. Tim yang turun berjumlah 123 personel dari Brimob, Samapta, dan K9. Kita juga melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan instansi terkait, mudah-mudahan proses evakuasi bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Erlan juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Kami harapkan kepada seluruh personel dan masyarakat agar tetap waspada dengan situasi sekarang, jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang tidak sesuai atau hoaks. Polda Jambi terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta selalu berkoordinasi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, delapan pekerja PETI di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat melakukan aktivitas penambangan emas ilegal, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com